Share

Erick Thohir Tegaskan Bersih-Bersih BUMN Bukan Sekadar Jargon

Suparjo Ramalan, iNews · Senin 25 Juli 2022 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 25 320 2636046 erick-thohir-tegaskan-bersih-bersih-bumn-bukan-sekadar-jargon-iOigrTtJUF.jpg Erick Thohir pastikan aksi bersih-bersih BUMN bukan hanya omong kosong (Foto: Antara)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan aksi bersih-bersih BUMN tidak sekadar jargon belaka. Bahkan, transformasi perusahaan pelat merah pun bukan sebatas semboyan.

Erick memastikan bersih-bersih dan transformasi BUMN akan terus diimplementasikan. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap untuk memulihkan kinerja bisnis perseroan.

"Bersih-bersih BUMN bukan sekadar jargon. Transformasi BUMN bukan sekadar semboyan. Kami di Kementerian BUMN berkomitmen memulihkan perusahaan-perusahaan milik negara. Meski secara bertahap dan penuh tantangan, namun kita terus lakukan," ungkap Erick melalui akun Instagramnya, Senin (25/7/2022).

Tak lupa, Erick meminta dukungan doa kepada masyarakat Indonesia agar program transformasi BUMN berjalan sesuai rencananya. Dimana, dia menginginkan perseroan negara bisa kembali sehat dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

"Semoga ikhtiar ini dapat menghantarkan seluruh BUMN ke kondisi yang jauh lebih baik. Mohon dukungan dan doa. Indonesia bisa,"tutur Erick.

Salah satu implementasi dari transformasi BUMN adalah perampingan perusahaan. Erick Thohir menargetkan, jumlah BUMN terus dipangkas hingga menyisakan 30 perseroan saja.

Erick mengakui ada perusahaan yang secara operasional dan struktur keuangan terus merugi dan tidak sehat. Karena itu Kementerian BUMN akan melakukan efisiensi dengan merampingkan jumlah perusahaan.

"Kita sudah membuktikan, banyak (BUMN) bukan berarti sehat, justru dengan efisiensi, transparansi, tata kelola perusahaan yang baik, dan perbaikan model bisnis, Alhamdulillah transformasi yang dijalankan hari ini sudah mendapatkan hasil yang baik," ujar Erick Thohir saat ditemui wartawan di Kementerian BUMN.

Tercatat, ada 108 BUMN yang dirampingkan menjadi 41 perusahaan. Dalam cetak biru Kementerian BUMN, Erick Thohir menargetkan jumlah BUMN terus berkurang hingga menyisakan 30 perusahaan.

Dia menyebut perbaikan kinerja BUMN dapat terlihat jelas dalam peningkatan kontribusi bagi negara yang mencapai Rp1.198 triliun selama 3 tahun terakhir atau naik Rp60 triliun pada saat pandemi Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini