Share

Harga Minyak Dunia Jatuh Dipicu Manufaktur Melemah di Sejumlah Negara

Zuhirna Wulan Dilla, Okezone · Selasa 02 Agustus 2022 06:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 02 320 2640345 harga-minyak-dunia-jatuh-dipicu-manufaktur-melemah-di-sejumlah-negara-bPT27LpEjv.JPG Minyak dunia. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga minyak jatuh pada akhir perdagangan Selasa (2/8/2022).

Dikutip Antara, untuk minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September tergelincir USD4,73 dolar 4,8%, menjadi menetap di USD93,89 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah mencapai level terendah sesi di USD92,42 per barel.

Hal ini karena data manufaktur yang lemah di beberapa negara memperlemah prospek permintaan ketika investor bersiap untuk pertemuan OPEC dan sekutu produsennya mengenai pasokan minggu ini.

Adapun minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober merosot USD3,94 atau 3,8%, menjadi ditutup pada USD100,03 per barel di London ICE Futures Exchange, setelah menyentuh terendah sesi di USD99,09 per barel.

 BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun Awal Agustus 2022 di USD102/Barel

Kemudian, pada reaksi pasar di atas muncul setelah data yang lemah dari ekonomi-ekonomi utama memicu kekhawatiran bahwa perlambatan pertumbuhan global akan membahayakan permintaan energi.

Diketahui, pIndeks manajer pembelian (PMI) manufaktur terakhir S&P Global untuk zona euro turun di bawah angka penting 50 pada Juli menjadi 49,8, dari 52,1 pada Juni, data menunjukkan pada Senin (1/8/2022).

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

"Masih ada keterputusan dengan data ekonomi dan apa yang kami lihat di sisi penawaran," kata seorang analis Phil Flynn di grup Price Futures.

"Pasar minyak masih sangat ketat, dan pasar akan gelisah menjelang pertemuan OPEC+," tambahnya.

Sebagai informasi, kenaikan produksi minyak Libya, yang mencapai 1,2 juta barel per hari, naik dari 800.000 barel per hari pada 22 Juli, setelah pencabutan blokade pada beberapa fasilitas minyak.

Serta mengalihkan pandangan mereka ke Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, karena kelompok tersebut diperkirakan akan bertemu akhir pekan ini untuk membahas strategi produksi di masa depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini