Share

Ngeri! Pelaku Soceng Sampai Tahu Nomer Kartu ATM hingga Saldo Korban

Feby Novalius, Okezone · Selasa 02 Agustus 2022 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 02 320 2640502 ngeri-pelaku-soceng-sampai-tahu-nomer-kartu-atm-hingga-saldo-korban-3bRziMzUCu.png Waspada Kejahatan Soceng. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Pelaku pembegalan rekening atau yang lebih populer social engineering (soceng) terus mengintai para korbanya. Bahkan pelaku tersebut sampai tahu isi saldo pengguna.

Seorang Ibu Rumah Tangga, Beatrix Sara, mengaku hampir terkena modus soceng. Dirinya mengangkat telepon via WhatsApp bergambar Halo BCA.

"Saya ditelepon pihak yang mengaku Halo BCA. Dikasih kabar transfer BCA biasa tarifnya Rp6.500 sekarang mau diadakan Rp150.000 dalam setahun. 'Gimana mau didaftarkan atau tidak?'," tuturnya kepada Okezone, Selasa (8/2/2022).

Baca Juga: 6 Fakta Modus Soceng 'Hantui' Tabungan Masyarakat, Bisa Ludes Hitungan dalam Sekejap

Dirinya mengaku tidak menanggapi permintaan tersebut. Pelaku pun langsung menekan dengan memberi tahu nominal saldo yang ada di ATM serta nomor kartunya.

"Kaget pas tahu dia tahu sisa saldo di mbanking berapa. Terus disebutin nomor kartu BCA-nya. Jadi langsung pindah-pindahin aja isi saldonya ke ATM lain," tuturnya.

Kasus seperti ini perlu diwaspadai semua masyarakat. Pasalnya, pelaku akan berusaha menipu korban agar memberikan data pribadi korban seperti nomer akses terhadap data-data pribadi seperti nomor kartu kredit, PIN, OTP, CVV/CVC, nama ibu kandung dan data personal lainnya.

Baca Juga: Tanda-Tanda Modus Soceng Beraksi, Waspada Rekening Bisa Ludes dalam Sekejab!

Setelah memberikan akses data pribadi, pelaku langsung mengambil seluruh data yang diberikan sebelum korbannya sadar bahwa dia telah ditipu.

Modus Penipuan soceng beragam ada yang menelpon, ada juga yang meminta file yang di-download, popup pulsa hingga yang paling sering terjadi link pulsa.

Pelaku juga akan menghubungi korban soal info tarif transfer setelah korban menolak, tentang perubahan tarif transaksi baru pelaku akan mengirimkan link untuk mengisi data pribadi seperti PIN, OTP, dan password.

Tidak hanya itu Penipu menawarkan jasa upgrade menjadi nasabah BCA Solitaire dan Prioritas melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, atau Whatsapp.

Jika Nasabah tertarik terhadap tawaran tersebut, lantaran promosi yang cukup menggiurkan berupa rendahnya ketentuan minimal tabungan yang harus dimiliki nasabah, bank reguler untuk meningkatkan tabungan menjadi Prioritas maupun Solitaire, salah satunya hanya Rp10 juta.

Kemudian akun-akun palsu tersebut akan muncul ketika ada nasabah yang menyampaikan keluhan terkait layanan perbankan. Pelaku akan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhannya. Sehingga diarahkan ke website palsu pelaku.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini