Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Raup Laba Rp20,26 Miliar, Tumbuh 67%

Cahya Puteri Abdi Rabbi , Jurnalis-Rabu, 03 Agustus 2022 |09:31 WIB
Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Raup Laba Rp20,26 Miliar, Tumbuh 67%
Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang semester pertama tahun ini. Perseroan membukukan pertumbuhan laba periode berjalan sebesar 67% menjadi Rp20,26 miliar dari sebelumnya Rp12,11 miliar.

Pertumbuhan laba tersebut seiring dengan meningkatnya penjualan bersih perseroan sebesar 35,01% menjadi Rp379,66 miliar dari sebelumnya Rp281,20 miliar.

Adapun, segmen dokumen security menyumbang pendapatan sebesar Rp290,50 miliar atau naik 22,21% dari Rp237,69 miliar.

Sementara itu, pendapatan dari segmen dokumen non security berkontribusi sebesar Rp89,15 miliar atau naik hingga 104,90% dari 43,51 miliar.

 BACA JUGA:Sido Muncul Tbk (SIDO) Catat Laba Bersih Rp445,49 Miliar, Anjlok 11,23%Kemudian, perseroan juga membukukan kenaikan pendapatan lainnya sebesar 121 persen dari Rp993 juta menjadi Rp2,198 miliar.

“Kami bersyukur, perseroan berhasil melewati semester pertama tahun ini dengan kinerja yang baik,” kata Direktur Utama JTPE Oei Allan Wibisono, dalam keterangan resminya, Selasa (2/8/2022).

Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan perseroan naik menjadi Rp279,54 miliar dari sebelumnya sebesar Rp203,36 miliar. Kemudian, beban penjualan juga naik 16,02% menjadi Rp10,62 miliar dari sebelumnya Rp9,15 miliar, serta beban umum dan administrasi tercatat sebesar 14,70% menjadi Rp57 miliar.

Hingga akhir Juni 2022, total nilai aset JTPE tumbuh 20,17% dari sebelumnya sebesar Rp1,21 triliun menjadi Rp1,45 triliun.

Adapun, liabilitas perseroan juga naik 73,19% menjadi Rp301,75 miliar, serta ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp934,57 miliar.

Allan menjelaskan bahwa, peningkatan nilai aset perseroan sepanjang semester pertama didorong oleh peningkatan jumlah persediaan, piutang usaha, serta uang muka pembelian.

Sementara itu, peningkatan liabilitas terjadi antara lain karena adanya peningkatan pinjaman bank jangka pendek, peningkatan hutang usaha, serta beban yang harus dibayar kepada pihak ketiga.

“Peningkatan pada aset maupun liabilitas ini, disebabkan oleh adanya peningkatan aktivitas bisnis perseroan,” ucapnya.

Dia berharap, pencapaian tersebut dapat terus berlanjut hingga akhir tahun, sejalan dengan upaya ekspansi yang terus dijalankan perseroan di bidang solusi digital dan dokumen security.

Di samping itu, per tanggal 1 Agustus 2022 saham JTPE mulai diperdagangkan pada pasar tunai dengan nilai nominal baru setelah pelaksanaan stock split atau pemecahan saham 1:4, yang merupakan upaya perseroan untuk meningkatkan likuiditas saham.

“Semoga melalui stock split ini, likuiditas saham JTPE dapat meningkat, sehingga akan lebih banyak investor publik yang tertarik bertransaksi di saham JTPE,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, pemecahan saham JTPE dari nilai nominal saham Rp 20 per saham menjadi Rp5 saham tersebut, dilaksanakan sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan pada tanggal 29 Juni 2022.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement