Share

Polemik Tiket Masuk Pulau Komodo dari Rp300 Ribu Jadi Rp3,75 Juta

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 03 Agustus 2022 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 320 2641408 polemik-tiket-masuk-pulau-komodo-dari-rp300-ribu-jadi-rp3-75-juta-4NrHP34ttN.jfif Polemik Tiket Masuk Pulau Komodo Rp3,75 Juta. (Foto: Okezone.com/Kemenpar)

JAKARTA - Tiket masuk Pulau Komodo menjadi Rp3,75 juta menuai protes. Pasalnya, tiket wisata yang tadinya Rp200.000-Rp300.000 naik menjadi Rp3,75 juta.

Protes disampaikan sejumlah turis mancanegara yang menilai tiket masuk ke Taman Nasional Komodo (TNK) terlalu mahal. Kenaikan karcis menuju salah satu destinasi wisata populer Indonesia ini disebut mengurungkan niat banyak turis asing untuk berkunjung.

Baca Juga: Polemik Tiket Masuk Pulau Komodo Rp3,75 Juta, Menko Airlangga: Nanti Kita Evaluasi

"Kami baru saja tiba di Labuan Bajo dan mau ke Rinca karena tidak bisa ke Pulau Komodo. Tiket terlalu mahal. Itulah sebabnya banyak teman ingin ke sini tidak bisa datang karena terlalu mahal," kata turis asal Prancis, Pierre, dikutip BBC Indonesia, Rabu (3/8/2022).

Sementara itu, turis asal Jerman, Tika, menganggap kesempatan untuk tiga kali datang ke Bajo setelah membeli tiket masuk itu tidak relevan. Dia berharap pemerintah menurunkan harga karcis agar semua kalangan bisa berwisata ke TNK.

Baca Juga: Masuk Pulau Komodo Bayar Rp3,75 Juta, Labuan Bajo Dicoret dari Daftar Liburan Pelancong?

"Tidak mungkin turis dari luar negeri mau ke sini tiga kali, untuk apa? Tidak mungkin saya datang tiga kali dalam setahun," kata Tika.

Protes itu disampaikan pelaku wisata Labuan Bajo. Mereka memilih mogok untuk menentang kenaikan harga tiket masuk ke dua pulau yang termasuk dalam TNK.

Mereka tidak menerima dan melayani tamu yang datang sebagai bentuk protes terhadap pemerintah. Sementara itu, kegiatan wisata masih tetap berjalan.

Kenaikan harga berlaku di Pulau Komodo dan Padar saja tapi para pelaku usaha tetap khawatir mereka bangkrut karena wisatawan enggan datang

“Untuk saat ini kami belum menerima kunjungan tamu untuk sementara,” kata Niko, yang meminta namanya disamarkan, kepada BBC News Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini