Share

IPO, Jhonlin Agro Raya (JARR) Incar Dana Rp366 Miliar

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 08:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 278 2641705 ipo-jhonlin-agro-raya-jarr-incar-dana-rp366-miliar-4fo8lysjNF.jpg Melantai di Bursa (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Jhonlin Agro Raya Tbk akan melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Kamis (3/8/2022). Calon emiten dengan kode saham JARR ini akan menjadi perusahaan tercatat ke-33 di BEI pada tahun 2022.

Mengutip laman e-IPO, Jhonlin Agro Raya merupakan calon emiten yang saat ini bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan minyak kelapa sawit terpadu. Perseroan memiliki sumber daya untuk mewujudkan hilirisasi usaha perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang terintegrasi mulai dari perkebunan kelapa sawit sampai dengan pengolahan menjadi bahan campuran biodiesel.

Selain memiliki lahan perkebunan kelapa sawit seluas 17.020,26 Ha yang menghasilkan tandan buah segar, Perseroan juga memiliki Pabrik Biodiesel berkapasitas 1.500 ton per hari yang berlokasi di Batulicin, Kecamatan Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan yang dibangun sejak 2019 dan mulai beroperasi September 2021, serta diresmikan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 21 Oktober 2021. Pengapalan perdana produk utama Perseroan yaitu FAME, dilakukan pada bulan September 2021 dengan mengirimkan 4.999,311 KL ke Pertamina Wayame.

Jhonlin Agro telah menggelar penawaran umumnya pada 29 Juli-2 Agustus 2022 dengan memasang harga IPO Rp300 atau di harga tertinggi.

Perseroan melepas 1.222.950.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100. Jumlah saham itu setara dengan 15,29% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO. Dari aksi ini, JARR meraup dana Rp366,88 miliar.

Seluruh dari IPO, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, rencananya sekitar 21% akan digunakan untuk pembayaran sebagian biaya pembangunan proyek pabrik kelapa sawit. Penggunaan dana ini dikategorikan sebagai capital expenditure (capex).

Sekitar 79% akan digunakan JARR untuk modal kerja, yaitu untuk pembeli CPO dan bahan baku lainnya. Penggunaan dana ini dikategorikan sebagai operating expenditure (OPEX).

Pemegang saham JARR sebelum IPO adalah PT Eshan Agro Sentosa 99,91% dan PT Sinar Bintang Mulia 0,09%. Eshan Agro Sentosa adalah subholding dari PT Jhonlin Group yang berkantor pusat di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Adapun 98,5% saham Jhonlin Group dimiliki oleh Haji Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam yang juga dijuluki 'Crazy Rich Kalimantan Selatan'.

Dalam prospektus JARR ditegaskan pula bahwa pihak yang bertindak sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) perseroan adalah Haji Samsudin Andi Arsyad.

Berperan sebagai lead underwriter adalah PT Investindo Nusantara Sekuritas. Selain itu, penjamin emisi efeknya ialah PT Panca Global Sekuritas, PT Binaartha Sekuritas, dan PT Lotus Andalan Sekuritas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini