Share

Pepsi hingga Coca Cola Cabut dari Rusia, Produsen Lokal Incar 50% Pangsa Pasar

Zuhirna Wulan Dilla, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 17:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 320 2642125 pepsi-hingga-coca-cola-cabut-dari-rusia-produsen-lokal-incar-50-pangsa-pasar-mrsUjRLWZZ.JPG Pepsi dan Coca Cola cabut dari Rusia. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Produsen minuman ringan (soft drink) asal Rusia, Chernogolovka tengah mengincar 50% pangsa pasar negara untuk produk tersebut.

Dikutip VOA, di mana hal ini dilakukan menyusul langkah sejumlah produsen minuman soda raksasa dunia hengkang dari negara beruang merah itu.

CEO Chernogolovka Natalia Sakhnina mengatakan bahwa pangsa pasar yang mereka incar tersebut memiliki nilai kapitalisasi sebesar USD9 miliar.

Dia mengatakan eksodus massal perusahaan-perusahaan Barat ini sebagai bentuk sanksi dan pembatasan terhadap Rusia.

 BACA JUGA:Ada Perang Rusia-Ukraina, Erick Thohir: Harga BBM Masih Belum Stabil

Tapi justru malah menciptakan peluang tak terduga bagi bisnis dan pengusaha lokal Rusia.

Diketahui, Chernogolovka, nama sebuah kota di luar Moskow dan didirikan pada 1998, memproduksi makanan ringan, air kemasan, limun herbal, minuman energi dan.

Adapun mereka juga mendiversifikasi usahanya dengan membuat Cola Chernogolovka sejak Mei lalu.

Di mana perusahaan milik swasta ini menggandakan bisnisnya lebih dari dua kali lipat tahun ini.

Kemudian, Natalia berharap dapat meraih 30% pangsa pasar dalam dua tahun, naik dari sekitar 8,5% pada akhir tahun 2021.

"Kami dulu, sekarang dan di masa mendatang adalah (tetap menjadi) produsen minuman utama Rusia,” ujarnya.

"Kami berharap dan bekerja untuk dapat memimpin pasar Rusia," tambahnya.

Namun, meski Coca-Cola dan Pepsi hingga kini masih tersedia di Rusia, tetapi diyakini bahwa kehadiran mereka akan menghilang seiring dengan waktu.

Apalagi stok kedua produk yang ada semakin menipis sehingga produsen lokal perlu untuk turun tangan dalam mengambil alih pasar.

Bahkan, pepsi menangguhkan produksi dan penjualan soda di Rusia pada bulan Maret.

Perusahaan tersebut adalah salah satu dari banyak merek konsumen Barat yang membatasi operasi bisnisnya setelah Rusia mengirim pasukan ke Ukraina.

Lalu, Coca-Cola juga menangguhkan operasi pada bulan Maret.

Mereka menyebut pabrik pembotolan Coca-Cola dan pelanggan yang ada di Rusia mulai kehabisan stok.

Tercatat volume produksi Chernogolovka di kota selatan Krasnodar hampir mencapai dua kali lebih besar. Perusahaan meningkatkan kapasitasnya sebesar 50% di Novosibirsk Siberia pada tahun 2022 jika dibandingkan dengan tahun 2021.

Untuk merek cola yang baru diluncurkan, termasuk Chernogolovka dan pesaingnya, Ochakovo CoolCola, melonjak menjadi 5% dari penjualan dalam kategori tersebut pada paruh pertama 2022.

"Perusahaan kami tidak hadir di segmen cola," ucapnya.

"Tahun ini kami memasuki segmen ini dan ini bertepatan dengan kepergian pemain internasional dalam rasa ini. Jadi jika kami mengevaluasi prospek dan ambisi kami, mereka hampir tidak terbatas," lanjutnya.

Sebagai informasi, Chernogolovka sedang membangun pabrik seluas 40.000 meter persegi di tengah kota sebagai langkah antisipasi dari melonjaknya permintaan produk tersebut.

Untuk fasilitas produksi ini akan menelan biaya lebih dari 3 miliar rubel (USD50 juta) dan tahap pertama dijadwalkan selesai pada Maret 2023.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini