Share

Kubur Beras Bansos di Depok, JNE Ungkap Alasannya

Heri Purnomo, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 320 2642166 kubur-beras-bansos-di-depok-jne-ungkap-alasannya-Jf87o18vcw.JPG Penjelasan JNE kubur beras bansos. (Foto: MPI)

JAKARTA - Kuasa Hukum PT Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE) Hotman Paris menjelaskan, penguburan beras bantuan presiden yang dilakukan kliennya agar karena rusak.

Sehingga nantinya beras tersebut tidak disalahgunakan.

"Penguburan beras tersebut untuk mencegah beras ini disalahgunakan karena sudah busuk, takutnya nanti menimbulkan masalah apalagi ada stempel Banpres," ujarnya di Jakarta Utara, Kamis (4/8/2022).

Hotman Paris menegaskan, penguburan beras tersebut tidak melakukan tindakan melawan hukum.

 BACA JUGA:JNE Dituding Kubur Beras Bansos di Depok, Pemilik Lahan Bakal Disomasi

"Dengan fakta bahwa beras itu dibuang dengan cara dicurahkan ke dalam tanah, anda sudah melihat bahwa tidak ada niat korupsi dari pihak JNE untuk menjual kembali beras tersebut," katanya.

Selain itu, dia menyebut bahwa penguburan beras yang dilakukan pihak JNE merupakan sudah hak dari pihak JNE.

Hal tersebut dikarenakan beras yang rusak tersebut sudah diganti oleh pihak JNE dengan meminta kembali kepada pihak PT Storesend Elogiatic Indonesia (SSI).

"Jadi ketika beras itu rusak, kita langsung minta pengganti ke SSI, dan dari JNE langsung mengirim lagi ke penerrima manfaat bantuan," jelasnya.

"Jadi beras yang sudah rusak itu diganti oleh JNE dengan memotong honor yang didapatkan dari pengiriman tersebut," tambahnya.

Hotman mengatakan jumlah beras yang rusak sebanyak 3,4 ton, dari jumlah keseluruhan beras sebanyak 6.199 ton.

"Secara presentasi hanya 0,05%, kurang dari setengah persen yang rusak dan itu langsung dilakukan pengiriman kepada masyarakat," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini