Share

Lewat Kerja Sama BI, Sri Mulyani Sebut Nominal APBN Capai Rp900 Triliun

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 05 Agustus 2022 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 320 2642865 lewat-kerja-sama-bi-sri-mulyani-sebut-nominal-apbn-capai-rp900-triliun-SdlrrWHFjL.jpg Sri Mulyani. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat bahwa hingga saat ini nominal jumlah dukungan pembiayaan APBN oleh Bank Indonesia (BI) di tengah pandemi Covid-19 melalui skema burden sharing sudah mencapai sekitar Rp900 triliun.

"Pandemi Covid-19 ini muncul, dan menyebabkan krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya di dunia, mulai dari menghantam sektor kesehatan, hingga menyebabkan terpuruknya ekonomi. Bukan hanya di Indonesia saja, tapi di dunia juga," ujar Sri dalam peluncuran buku 'Keeping Indonesia Safe from Covid-19 Pandemic' secara virtual di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Merespon situasi tersebut, pada awal pandemi Covid-19 di 2020, pemerintah kemudian menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Keuangan untuk Penanganan Pandemi.

Β BACA JUGA:Sri Mulyani Ungkap Penyebab Inflasi Hantam AS hingga Eropa

"Jadi, pemerintah tidak hanya menaikkan belanja negara untuk penanganan Covid-19 di sisi kesehatan dan ekonomi, peraturan ini juga memperbolehkan defisit APBN melebar melebihi 3% dan BI dapat melakukan pembelian SBN langsung sebagai standby buyer. Burden sharingnya hampir lebih dari Rp900 triliun, bayangkan, kita membuka sesuatu yang dianggap sakral, tidak boleh disentuh, yaitu independensi BI,” ungkap Sri.

Kesepakatan tersebut kemudian tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) I, II, dan III, demi mendukung pendanaan APBN untuk belanja penanganan Covid-19 di bidang public goods, berlaku terakhir pada 2023.

β€œKita mencari keseimbangan yang tepat untuk BI dari sisi independensi yang diatur UU, untuk bisa meng-overall tanpa mengkompromikan independensi dan kredibilitas BI,” tambah Sri.

Berdasarkan data dari BI, pembelian SBN untuk pendanaan APBN dengan skema burden sharing mencapai Rp473,42 triliun pada 2020.

BI turut merealisasikan pembagian beban dengan pemerintah atas penerbitan SBN untuk pendanaan Non Public Goods-UMKM sebesar Rp114,81 triliun dan Non Public Goods-Korporasi sebesar Rp62,22 triliun.

Pada 2021, pembelian SBN yang dilakukan oleh BI untuk pendanaan APBN adalah sebesar Rp358,32 triliun.

Sepanjang tahun ini, BI masih melanjutkan pembelian SBN di pasar perdana sejalan dengan program pemulihan ekonomi nasional serta pembiayaan penanganan kesehatan dan kemanusiaan dalam rangka penanganan dampak pandemi COVID-19 sebesar Rp56,11 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini