Share

Di Tengah Resesi, Ternyata Ini yang Bikin IKM Mampu Berdiri

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Selasa 09 Agustus 2022 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 320 2644504 di-tengah-resesi-ternyata-ini-yang-bikin-ikm-mampu-berdiri-A22EkHzB23.jpg Ilustrasi UMKM RI. (Foto: MPI)

JAKARTA - Industri Kecil Menengah (IKM) memiliki sejumlah penopang sehingga mampu berdiri kokoh di tengah pandemi Covid-19 dan ancaman resesi global.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengatakan, salah satu penopangnya adalah dengan memanfaatkan sumber daya tenaga kerja.

"IKM mampu bertahan di tengah kondisi masa sulit akibat pandemi dan ancaman resesi global yaitu dengan memanfaatkan sumber daya tenaga kerja dan bahan baku lokal, menghasilkan produk yang umumnya menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari, serta sifatnya yang lebih cepat adaptif dan fleksibel melakukan perubahan atau pengembangan produk sesuai kebutuhan pasar," ujarnya dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9, Senin (8/8/2022).

 BACA JUGA:IKM Mamin Serap 3,89 juta Tenaga Kerja Lokal

Dia membeberkan, populasi IKM yang mencapai 4,4 juta unit usaha atau lebih dari 99,7% dari total unit usaha industri manufaktur nasional ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 66,25% dari total tenaga kerja industri sebanyak 18,64 juta orang.

Hal ini juga yang menunjukkan bahwa IKM mempunyai peran strategis dalam perekonomian Indonesia khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan pemerataan kesejahteraan.

Berdasarkan data BPS, Reni memaparkan, persebaran IKM masih terpusatkan di Pulau Jawa dengan populasi mencapai 62,21% dengan persebaran terbesar berada di propinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Sementara, berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Perindustrian Provinsi di seluruh Indonesia, mencatat bahwa jumlah sentra IKM tercatat mencapai 10.514.

Adapun sektor industri kreatif mendominasi sebesar 67,21% dengan makanan dan minuman sebesar 38,23%, kerajinan sebesar 14,96% dan fesyen sebesar 14,02%.

Menurut Reni, kuantitas unit usaha IKM yang memiliki kekuatan tersebut harus disertai dengan penguatan kualitas dan jejaring.

Selain itu, membangun branding, memperkuat inovasi, serta mampu dalam membaca trend dan kebutuhan pasar global, sehingga IKM dapat berdaya saing, dan berperan signifikan dalam penguatan struktur industri nasional.

"Maka dari itu, Kemenperin terus mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing IKM melalui beragam fasilitasi yaitu dengan asilitasi kemudahan akses sumber pembiayaan, memberikan fasilitasi kemudahan akses sumber bahan baku/bahan penolong, memberikan fasilitasi peningkatan kemampuan teknologi dan sarana prasarana produksi, serta memberikan fasilitasi peningkatan kualitas produk dan keahlian SDM," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini