Share

Jokowi Buka Peluang Investor Asing Kelola Pelabuhan Kijing

Suparjo Ramalan, iNews · Selasa 09 Agustus 2022 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 320 2644625 jokowi-buka-peluang-investor-asing-kelola-pelabuhan-kijing-CTwM143CCF.jpg Presiden Jokowi resmikan pelabuhan Kijing (Foto: MPI)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka peluang bagi investor asing mengelola Pelabuhan Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar). Pelabuhan Kijing telah diresmikan Kepala Negara dan dikelola secara penuh oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Masuknya investor asing, lanjut Presiden, bila proyek strategi nasional (PSN) itu mampu menarik minat para investor. Sehingga, pemerintah mencanangkan Pelabuhan Kijing akan diintegrasikan dengan sektor industri yang nantinya dibangun di kawasan Mempawah.

"Kalau potensinya besar (Pelabuhan Kijing) kalau ada investasi yang mau masuk kan gak apa-apa, akan baik," ungkap Jokowi usai meresmikan Pelabuhan Kijing, Mempawah, Selasa (9/8/2022).

Presiden mencatat pembangunan industri perlu dilakukan lantaran sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Mempawah cukup melimpah. Di mana, ada banyak Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah yang diperoleh dari hasil ekstraksi daging buah kelapa sawit yang belum mengalami pemurnian. Selain itu ada bauksit, alumina, dan produk-produk perkebunan lainnya.

Meski begitu, saat ini belum ada kesepakatan pemerintah dan investor negara lain terkait investasi untuk pengembangan Pelabuhan Kijing.

Keberadaan investor asing di Kalimantan Barat, lanjut Presiden, juga capital inflow hingga memperkuat makro ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Nanti ada capital inflow yang masuk, akan memperkuat ekonomi kita, Kalimantan Barat memiliki potensi besar abik untuk crude palm oil, untuk bauksit, alumina, dan produk-produk perkebunan lainnya," ungkap dia.

Di lain sisi, pemerintah akan menutup operasional Pelabuhan Pontianak. Penutupan itu setelah Pelindo secara 100 persen mengoperasikan Pelabuhan Kijing.

Penutupan Pelabuhan Pontianak juga akan dilakukan bila dinilai tidak lagi ekonomis. Pasalnya, pada satu kawasan yang sama bila terdapat dua pelabuhan, maka nilai ekonomis kedua pelabuhan akan berkurang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini