Namun, dia menjelaskan kalau Indonesia masih bisa terbantu dengan memproduksi maupun mengimpor jagung, sebab menurutnya saat ini mayoritas gandum yang di impor dari Rusia - Ukraina adalah untuk kebutuhan pakan ternak.
"Kalau misalnya jagung tidak terganggu, Indonesia bisa mengimpor Jagung, mungkin akan ter substitusi oleh jagung, kalau produksi dalam negeri sudah mentok untuk jagung," lanjutnya.
Sedangkan kalau untuk memproduksinya sendiri, saat ini Indonesia masih kurang lahan garapan untuk jagung, padahal produksi jagung dalam Negeri disaat seperti cukup prospektif.
"Kalau lahan petani ada, sekarang ini harganya cukup bagus, mereka bisa meningkatkan produksinya cukup tajam, untuk menggantikan gandum yang dari Ukraina," pungkasnya.
Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga menyinggung tentang pasokan gandum yang ke Indonesia yang bakal terhambat.
Bahkan menurut Mentan adanya embargo tersebut membuat 180 juta ton gandum tidak bisa keluar dari Ukraina.
(Zuhirna Wulan Dilla)