Share

Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat, Aprindo: Tidak Ada Kepanikan Belanja

Antara, Jurnalis · Kamis 11 Agustus 2022 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 320 2646025 harga-mi-instan-bakal-naik-3-kali-lipat-aprindo-tidak-ada-kepanikan-belanja-csp485lcav.png Harga Mi Instan Bakal Naik. (Foto: Okezone.com/Freepik)

DENPASAR - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengungkapkan bahwa tidak ada kepanikan terkait isu kenaikan harga mi instan. Di mana harga mi diprediksi naik hingga tiga kali lipat.

"Kembali lagi, bahwa mi itu bukan bahan pokok dan melainkan adalah barang subtitusi dari makanan pokok kita, sepertinya tidak akan sampai ada kepanikan berbelanja di masyarakat," kata Ketua Aprindo Bali Anak Agung Ngurah Agung Agra Putra, dikutip dari Antara, Kamis (11/8/2022).

Isu soal kenaikan harga mie instan hingga tiga kali lipat ini muncul dari pernyataan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (8/8/2022) yang meminta masyarakat berhati-hati akan adanya kenaikan harga mie instan yang berbahan gandum itu.

Baca Juga: Perbandingan Harga Mi Instan Indonesia dengan Luar Negeri, Lebih Mahal Mana?

Kenaikan itu disebut-sebut sebagai dampak dari adanya perang Rusia-Ukraina. Namun demikian, Ketua Aprindo Bali menyampaikan bahwa kenaikan harga mie instan merupakan hal yang lumrah.

"Kalau kenaikan harga memang lumrah terjadi, tidak hanya kali ini saja. Tetapi untuk yang ini mungkin perlu menjadi perhatian akibat perang Rusia-Ukraina yang dapat menyebabkan tersendatnya pasokan gandum," ujar Agra kepada media.

Baca Juga: Siap-Siap! Harga Mi Instan Segera Naik 3 Kali Lipat

Menurutnya, apabila harga mi instan melambung tinggi, masyarakat akan beralih mencari substitusi produk gandum sehingga dampaknya tak akan begitu terasa.

Kendati harga mi instan belum melambung tinggi, pedagang pasar dan retail di Bali mengaku telah merasakan kenaikan harga sedikit demi sedikit.

"Sudah naik segala macam mi, mi kuning duluan naik Rp500 per bungkus, jadi Rp10 ribu per dus. Untuk mie yang lebar sekarang bisa Rp20 ribu per dus," kata salah satu pedagang sembako di Pasar Katrangan Denpasar, Ni Made Kartini (41).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara itu mi instan jenis goreng kini dijualnya dengan harga Rp3.500 dari yang sebelumnya Rp3.000, sedangkan mi rebus masih di angka Rp3.000 sehingga dalam satu dusnya, ia membeli kepada distributor seharga Rp110 ribu dari yang sebelumnya Rp100 ribu.

"Sekarang berkurang ngambilnya, biasanya nyari dua dus, sekarang satu dus saja lama habisnya. Untuk kenaikan dari distributor kalau akan naik pasti sebelumnya diberitahu mau naik," kata Kartini di Denpasar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini