Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bamsoet: Kenaikan Harga Minyak Menyulitkan Kita dalam Tambahan Subsidi

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Selasa, 16 Agustus 2022 |10:31 WIB
Bamsoet: Kenaikan Harga Minyak Menyulitkan Kita dalam Tambahan Subsidi
Ketua MPR Bambang Soesatyo membuka sidang tahunan MPR RI (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyoroti kenaikan harga minyak dunia saat membuka Sidang Tahunan MPR RI. Menurutnya, harga minyak yang terlalu tinggi akan menyulitkan pemerintah. Sebab, pemerintah harus mengupayakan menambah anggaran subsidi untuk menambal selisih harga minyak dunia.

lonjakan harga minyak dunia pada awal April 2022 diperkirakan mencapai USD 98 per barel. Angka ini jauh melebihi asumsi APBN 2022 sebesar USD63 per barel. Di sisi lain, beban subsidi untuk BBM, Pertalite, Solar, dan LPG, sudah mencapai Rp502 triliun.

"Kenaikan harga minyak yang terlalu tinggi, tentunya akan menyulitkan kita dalam mengupayakan tambahan subsidi, untuk meredam tekanan inflasi. Tidak ada negara yang memberikan subsidi sebesar itu," ungkap dia, Selasa (16/8/2022).

Kenaikan inflasi dapat menjadi ancaman bagi perekonomian nasional. Badan Pusat Statistik mencatat per Juli 2022 laju inflasi Indonesia berada di level 4,94% dan pada Agustus diprediksi akan meningkat pada kisaran 5 - 6%. Bahkan pada September 2022, diprediksi akan menghadapi ancaman hiper-inflasi dengan angka inflasi pada kisaran 10 hingga 12%.

Namun demikian, lanjut Bamsoet, Indonesia tidak boleh lalai. Dia juga mengingatkan laju kenaikan inflasi disertai dengan lonjakan harga pangan dan energi semakin membebani masyarakat, yang baru saja bangkit dari pandemi Covid-19.

Semua negara sedang berupaya keras memulihkan ekonominya, pasca pandemi Covid-19. Namun, fase ini terganggu oleh dinamika global, seperti konflik Rusia dan Ukraina, perang dagang dan teknologi Amerika Serikat dan Tiongkok, ketegangan baru di Selat Taiwan, serta disrupsi rantai pasok yang berimplikasi pada fluktuasi harga komoditas pangan dan energi.

Bamsoet menilai kenegarawanan Presiden Jokowi kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan salah satu tujuan pembentukan pemerintah negara Indonesia yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Misi perdamaian Presiden, lanjut dia, dengan mengunjungi Ukraina dan Rusia beberapa waktu yang lalu patut diapresiasikan yang setinggi-tingginya. Pasalnya, perang dengan alasan apapun, selalu membawa petaka, kehancuran, dan kesengsaraan. Menghancurkan peradaban yang telah dibangun berabad-abad lamanya. Membawa krisis kemanusiaan, krisis ekonomi, krisis pangan, dan krisis energi.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement