Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPJT Diminta Evaluasi Kelaikan Jalan Tol Usai Kecelakaan Hermanto Dardak

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Senin, 22 Agustus 2022 |14:26 WIB
BPJT Diminta Evaluasi Kelaikan Jalan Tol Usai Kecelakaan Hermanto Dardak
Ilustrasi jalan tol. (Foto: Jasa Marga)
A
A
A

JAKARTA - Belum lama kabar duka menyelimuti tanah air dari wafatnya mantan Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) periode 2009-2014, Hermanto Dardak di ruas tol Pemalang Batang KM 341+400 Jalur B.

Pengakuan pengemudi, kecelakaan terjadi disebabkan karena supir mengantuk saat mengendarai di ruas tol tersebut dan dalam kecepatan tinggi.

Kasus yang sama juga sempat dialami oleh artis Vanessa Angel pada akhir tahun lalu.

 BACA JUGA:Hermanto Dardak Meninggal Dunia, Arumi Bachsin: Terima Kasih Telah Menginspirasi

Koordinator Indonesia Toll Road Watch (ITRW), Deddy Herlambang memberikan beberapa catatan atas kejadian duka yang terjadi di jalan tol diakibatkan oleh pengemudi yang mengantuk.

Dia menjelaskan bahwa ruas tol yang terbentang lurus dan panjang memang sangat berpotensi membuat pengemudi merasa kelelahan.

"Pengemudi dapat mengantuk, hilang konsentrasi atau microsleep bila berkendara di jalan tol di malam hari yang geometrisnya lurus dan kondisi volume kendaraan sepi akan membosankan dan ada kejenuhan," ujar Deddy dalam pernyataan tertulisnya, Senin (22/8/2022).

Deddy menyebutkan baiknya BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) segera dapat melakukan evaluasi.

Menurutnya, mayoritas jalan tol Trans Jawa bila malam hari sangat minim lampu jalan.

Akibatnya, jalan tol gelap gulita sehingga perlu konsentrasi tinggi yang akan menyebabkan pengemudi cepat lelah akhirnya mengantuk.

Di samping itu, juga kadang terjadi adalah mata pengemudi cepat lelah karena silau sorotan lampu jauh (high beam) dari kendaraan lawan arah.

Hal itu karena tanpa peredam silau di marka jalan tol.

"Untuk keselamatan jalan tol sangat diperlukan peredam silau. Peredam Silau adalah bangunan yang berfungsi untuk melindungi atau menghalangi mata pengemudi dari kesilauan terhadap sinar lampu kendaraan yang berlawanan arah," sambungnya.

Selanjutnya, untuk mencegah pengemudi kelelahan dan mengantuk di jalan tol juga diperlukan rambu jalan sejenis alert system.

Contoh termudah alert jalan tol adalah singing road yang merupakan jalan tol yang dapat menghasilkan nada suara.

Umumnya Singing road dipasang di jalan tol lurus dan panjang yang diperkirakan berisiko menyebabkan pengguna jalan merasa bosan dan akan mudah mengantuk.

"Singing road akan berdampak pada meningkatnya konsentrasi pengemudi, terutama pada kondisi jalan yang membosankan karena lurus dan panjang. Pemasangan pita penggaduh yang bisa menimbulkan nada lagu ini dinilai mampu menekan risiko kecelakaan di jalan tol akibat pengemudi mengantuk," lanjutnya.

Selain itu yang paling penting adalah ketersediaan rest area yang memadai untuk beristirahat sejenak para pengendara sebelum melanjutkan perjalanan.

"Tempat istirahat paling sedikit dilengkapi dengan jalan masuk dan jalan keluar ke jalan tol. Tempat istirahat memerlukan fasilitas tempat parkir yang memadai untuk semua jenis kendaraan, dan fasilitas umum. Tempat istirahat harus berada di luar Rumaja tol," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement