Share

Pertumbuhan Kredit Capai 10,6%, Presiden Jokowi: Ini Mentrigger Ekonomi Kita

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 23 Agustus 2022 10:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 23 320 2652628 pertumbuhan-kredit-capai-10-6-presiden-jokowi-ini-mentrigger-ekonomi-kita-RmVBQzmaBY.jpg Jokowi Apresiasi Pertumbuhan Kredit hingga 10%. (Foto: Okezone.com/Setpres)

JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menilai pertumbuhan kredit dari sebelum 2 tahun lalu masih di angka 2%-3%, sekarang sudah berada di angka 10,6%. Menurutnya hal tersebut menjadi tren bahwa ekonomi terus pulih usai terdampak pandemi Covid-19.

"Artinya apa? ini akan mentrigger pertumbuhan ekonomi kita. Dana Pihak Ketiga juga tumbuh 9,13%, artinya juga utamanya di Kadin banyak yang nabung di bank karena duitnya kelebihan," ujar Jokowi, saat memberikan pengarahan kepada KADIN Provinsi Se-Indonesia, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa (23/08/2022).

Baca Juga: Permintaan Kredit Korporasi Meningkat, Ini Buktinya

Non Performing Loan (NPL) juga masih di angka 2,86%, yang menurut Jokowi masih sangat baik.

Hal ini yang harus digaungkan karena memacu optimisme yang selalu ada meskipun kita masih harus waspada karena keadaan yang tidak jelas di ekonomi global.

Baca Juga: 4 Fakta HAKI Bisa Dijadikan Jaminan Kredit ke Bank

Dengan demikian, Jokowi menekankan harus terus membangun komunikasi antara pemerintah dan pengusaha di Kadin. Sehingga tidak ada hal-hal yang mengganggu tujuan untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat permintaan pembiayaan baru korporasi meningkat pada Juli 2022. Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 20,5%, lebih tinggi dari SBT Juni 2022 sebesar 16,4%.

"Peningkatan pembiayaan bersumber dari dana sendiri, yang masih menjadi mayoritas pembiayaan, diikuti oleh pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik. Sementara itu, pembiayaan yang bersumber dari pinjaman ke perbankan dalam negeri terindikasi melambat," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono di Jakarta.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Penyaluran kredit baru oleh perbankan pada Juli 2022 juga terindikasi tumbuh positif meski melambat dari bulan sebelumnya, tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 54,6%.

"Faktor utama yang memengaruhi perkiraan penyaluran kredit baru tersebut yaitu prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta permintaan pembiayaan dari nasabah. Untuk keseluruhan periode triwulan III 2022, penawaran penyaluran kredit baru juga diprakirakan tumbuh positif meski melambat dibandingkan triwulan sebelumnya," tambah Erwin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini