Beban pokok ASRI ikut terdongkrak 52,06% yoy sebesar Rp855,47 miliar, demikian juga biaya penjualan yang meningkat 11,94% yoy mencapai Rp51,51 miliar. Kendati biaya umum-administrasi mampu terjaga di kisaran Rp164 miliar, ASRI harus menanggung penambahan beban bunga dan keuangan sebesar 6,73% yoy mencapai Rp437,16 miliar, ditambah juga dengan rugi selisih kurs sebanyak Rp193,79 miliar.
Neraca ASRI per 30 Juni 2022 menunjukkan nilai aset perusahaan yang terkoreksi tak lebih dari 1 persen dari akhir tahun lalu, mencapai Rp21,84 triliun. Ini tak terlepas dari kewajiban pembayaran/liabilitas yang terjaga di anga Rp12 triliun, dan juga pertumbuhan modal/ekuitas sebesar 2,32% mencapai Rp9,75 triliun. ASRI juga mengantongi kas bersih untuk aktivitas operasional sebesar Rp866,75 miliar.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.