Share

Teknologi Digital Tumbuh Pesat, Sektor Mana Paling Untung?

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Rabu 31 Agustus 2022 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 31 320 2658180 teknologi-digital-tumbuh-pesat-sektor-mana-paling-untung-PbmkJny2W1.JPG Ilustrasi teknologi. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Perkembangan teknologi digital saat ini memang banyak menarik sektor lainnya.

Hal itu disebut mampu menumbuhkan sektor baru yang cukup prospektif untuk dikembangkan.

Senior Research Advisor Research Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat mengatakan salah satu sektor tersebut adalah sektor data center.

Semakin banyaknya pengguna Internet maupun platform aplikasi tentunya bakal meningkat permintaan akan data base untuk menyimpan dan mengoperasikan data tersebut.

 BACA JUGA:Krisis Global, Bagaimana Nasib Industri Properti?

"Di Jakarta yang memiliki opportunity besar tumbuhnya adalah sektor data center, data center ini salah satu yang potensial," ujar Syarifah dalam konferensi pers virtual, Rabu (31/8/2022).

Menurutnya, mayoritas masyarakat kota yang mengadopsi teknologi menjadi salah satu penyebab tubuh pesatnya sektor tersebut.

Dalam catatan Knight Frank, serapan lahan oleh data center di Geather Jakarta berkembang cukup pesat setidaknya dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun.

"Data menunjukkan pertumbuhan yang progresif pada serapan lahan oleh data center di Kawasan Industri pada Geather Jakarta, sejak akhir tahun 2020 hingga awal tahun ini kami lihat bahwa data center dalam menyerap lahan dikawasan industri cukup tinggi," sambungnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Syarifah menjelaskan perkiraan serapan lahan yang tercatat pada semester II-2020 berda di kisaran 10 hektare, namun pada semester I 2022 angkanya sudah melonjak signifikan mencapai kisaran 55 hektare.

"Jadi memang boleh kami sampaikan dua tahun terkahir serapan lahan untuk data center ini akan sangat progresif sehingga kita bisa melihat bahwa prospeknya sangat tinggi," lanjutnya.

Syarifah menjelaskan prospek penggunaan data center saat ini di Jakarta tergolong tinggi di Asia Tenggara, yaitu 5,6 MW per million capita, diprediksikan bakal tumbuh hingga 26% dalam 10 tahun kedepan.

Sedangkan kalau dibagi se Indonesia, sebetulnya masyarakat Indonesia yang jumlahnya kurang lebih 260 juta penduduk, maka hanya mendapatkan 1 Watt per Perkapita.

"Kita masih melihat ada Potensial tumbuhnya, dengan meningkatnya sektor e-commerce dan pola kerja juga mendorong pertumbuhan dari sektor data center, ditengah prospeknya kita menemui tantangan," lanjutnya.

Asociate Director Properti and Engineering Services Knight Frank Indonesia, Toni Peredina menambahkan pengembangan Data Center di Indonesia juga berkaitan dengan masalah infrastruktur maupun stabilitas lingkungan seperti gempa, banjir yang menjadi PR pemerintah.

"Selain itu penggunaan dari listrik, karena data center itu semuanya listrik, jadi tantangannya sangat berat sekali untuk Indonesia," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini