Share

Mendag Zulhas Soroti Rendahnya Harga Ayam di Tingkat Peternak Rp14.000-Rp17.000/Kg

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Jum'at 02 September 2022 08:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 02 320 2659307 mendag-zulhas-soroti-rendahnya-harga-ayam-di-tingkat-peternak-rp14-000-rp17-000-kg-reskyfV4Be.jfif Mendag Zulhas Bahas Rendahnya Harga Ayam. (Foto: Okezone.com/Kemendag)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Mendag Zulhas) bertemu dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan), serta perwakilan peternak dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan wilayah sentra lainnya. Pertemuan tersebut membahas upaya peningkatan harga ayam di kandang.

Mendag menjelaskan, harga ayam hidup di tingkat peternak Rp14.000/kg- Rp17.000/kg, atau sangat rendah di bawah harga keekonomian yang seyogianya berkisar Rp21.000/kg-Rp23.000/kg. Sedangkan rata-rata harga nasional daging ayam ras di tingkat eceran berkisar Rp33.000/kg-Rp36.000/kg.

Baca Juga: Mendag Bakal 'Diserbu' Peternak Ayam, Ada Apa?

“Gejolak harga tersebut disinyalir terjadi akibat kendala distribusi yang kurang merata serta kondisi supply-demand, yaitu produksi lebih besar dibandingkan permintaan,” urai Mendag Zulhas di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (1/9/2022).

Mendag menerangkan, dalam pertemuan tersebut para peternak menyampaikan, gejolak harga yang terjadi saat ini dianggap belum pernah berpihak kepada peternak.

Baca Juga: Harga Daging Ayam Turun Jadi Rp26.000, Mendag Zulhas: Saya Enggak Senang Kasihan Peternak

Ketika harga berada di atas harga acuan yang diatur dalam Permendag Nomor 07 Tahun 2020, peternak seringkali dimintai keterangan oleh satgas pangan POLRI. Sedangkan ketika harga di bawah harga acuan, peternak merasa belum pernah diberikan bantuan yang konkret oleh Pemerintah.

Selain itu, lanjut Zulhas, perlu adanya penyesuaian harga acuan karena sudah terjadi penyesuaian harga akibat kenaikan biaya logistik dan pakan.

“Kenaikan harga pakan dipengaruhi oleh kenaikan harga komponennya antara lain soy bean meal (SBM) atau bungkil kedelai hasil olahan sisa/ampas minyak kedelai yang berasal dari pasokan impor dan jagung. Harga SBM saat ini mulai menurun seiring penurunan harga gandum, namun masih cenderung tinggi,” imbuhnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menindaklanjuti hasil pertemuan, Mendag juga menyampaikan rencananya untuk bertemu dengan perusahaan-perusahaan terintegrasi guna membahas upaya peningkatan harga ayam di peternak.

Selain itu, lanjutnya, Kementerian Perdagangan juga tengah berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memobilisasi daging ayam ras dari wilayah surplus (harga anjlok) ke wilayah defisit (harga tinggi) melalui subsidi angkut dan tol laut serta mendorong penerapan rantai pasok dingin (yang diawali dengan perdagangan ayam tanpa bulu di wilayah DKI Jakarta).

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 66 tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional, Bapanas kini memegang kewenangan terkait distribusi dan stabilisasi pangan harga pokok.

Sebagai informasi, per 30 Agustus 2022 harga nasional daging ayam ras di tingkat eceran tercatat sebesar Rp35.000/kg, turun 0,28 persen dibandingkan minggu lalu (Rp35.100/kg), dan turun 2,78 persen dibandingkan bulan lalu (Rp36.000/kg).

Sedangkan harga ayam ras di tingkat peternak sebesar Rp18.670/kg turun 10,3% dibandingkan minggu lalu (Rp20.820/kg), dan turun 8,8% dibandingkan bulan lalu (Rp20.480/kg).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini