Dalam pertemuan yang berlangsung satu hari itu, ada dua agenda yang dibahas, pertama situasi perekonomian global, khususnya di bidang energi, dan kedua upaya mempercepat transisi energi, akses terhadap pembiayaan, dan teknologi.
Dua topik pembahasan itu juga menyoroti berbagai masalah yang dihadapi dunia di sektor energi, antara lain ancaman terhadap ketahanan energi, dan volatilitas pasar yang membuat harga bahan bakar tidak stabil.
Pertemuan tingkat menteri bidang energi G20 di Nusa Dua, Bali, Jumat, dihadiri secara langsung oleh 36 kepala delegasi, yang tidak hanya dari negara anggota G20, tetapi juga lembaga dan organisasi asing seperti Bank Dunia, UNIDO, UN ESCAP, UNDP, OECD, OPEC, IRENA, IEA, SEforAll, ERIA, dan IEF.
Sementara itu, menteri dari anggota G20 yang hadir secara langsung ke Bali, antara lain dari Australia, Jepang, India, Belanda, Turki, dan Inggris.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.