Share

Kredit Perbankan Tumbuh 10,71%, Banyak Perusahaan Ajukan Pinjaman Modal

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Senin 05 September 2022 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 05 320 2661242 kredit-perbankan-tumbuh-10-71-banyak-perusahaan-ajukan-pinjaman-modal-W6U7T8klqY.png Pertumbuhan Kredit Perbankan Meningkat. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan tumbuh 10,71% secara tahunan pada bulan ini. Pertumbuhan penyaluran kredit ini didorong oleh peningkatan kredit jenis modal kerja dengan kategori debitur korporasi.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan secara nominal kredit perbankan mengalami penurunan sebesar Rp17,54 triliun menjadi Rp6.159,33 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Juli 2022 tumbuh sebesar 8,59% secara tahunan, atau melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 9,13% secara tahunan.

"Hal itu utamanya didorong oleh perlambatan giro, sejalan dengan normalisasi kebijakan moneter Bank Indonesia," kata Dian dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/9/2022).

Baca Juga: Pertumbuhan Kredit Capai 10,6%, Presiden Jokowi: Ini Mentrigger Ekonomi Kita

Di samping itu, Dian menyebut, likuiditas industri perbankan pada Juli 2022 masih berada pada level yang memadai. Hal tersebut terlihat dari rasio Alat Likuid atau Non-Core Deposit dan Alat Likuid atau DPK yang masing-masing sebesar 124,45% dan 27,92%. Level tersebut masih terjaga di atas ambang batas ketentuan masing-masing yakni pada level 50% dan 10%.

Sejalan dengan tren nasional, fungsi intermediasi perbankan di daerah pada bulan lalu juga tercatat dalam kondisi terjaga, dengan kecenderungan peningkatan penyaluran dana yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan penghimpunan dana.

Baca Juga: Permintaan Kredit Korporasi Meningkat, Ini Buktinya

Dengan demikian, rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) posisi Juli 2022 tercatat sebesar 76,51%, atau meningkat dibandingkan Juni 2022 yang sebesar 73,13%.

Sementara itu, likuiditas perbankan daerah pada Juli 2022 berada pada level yang memadai , sebagaimana tercermin pada non core deposit dan DPK yang berada di atas threshold, masing masing 118,21% dan 24,17%.

Dian menyampaikan bahwa, di tengah berbagai tekanan yang dihadapiperekonomian global saat ini, pertumbuhan kredit diproyeksikan akan terus meningkat di tahun ini, seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan masih cukup baik dibandingkan negara-negara lainnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Adapun, kinerja perekonomian yang baik tersebut akan diikuti oleh naiknya permintaan kredit, khususnya sektor-sektor ekonomi yang dianggap prospektif, seperti sektor industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran, serta UMKM.

"Sementara itu, perlu juga diwaspadai sektor pertambangan dan komoditas yang saat ini tumbuh signifikan, namun berpotensi menghadapi tekanan jika harga komoditas terkoreksi," ungkap Dian. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini