Share

Harga BBM Naik Bikin Dilema, Pengusaha Angkot: Kalau Tarif Dinaikkan Apa Penumpang Masih Mau Naik?

Agung Bakti Sarasa, Koran Sindo · Selasa 06 September 2022 07:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 06 320 2661552 harga-bbm-naik-bikin-dilema-pengusaha-angkot-kalau-tarif-dinaikkan-apa-penumpang-masih-mau-naik-CV70GZXX2e.jpg Ilustrasi angkot. (Foto: MPI)

BANDUNG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai sangat memberatkan dan memukul para pengusaha angkutan umum di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Kondisi tersebut mendorong Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jabar menuntut penghapusan pajak kendaraan bermotor (PKB) angkutan umum sebagai bentuk kompensasi atas kebijakan pemerintah tersebut.

Sekretaris DPD Organda Jabar Ifan Nurmufidin menjelaskan dengan naiknya harga BBM, para pengusaha angkutan umum di Jabar kini berada dalam kondisi dilematis.

Pihaknya berharap, pemerintah memberikan subsidi, salah satunya lewat penghapusan PKB angkutan umum.

 BACA JUGA:5.000 Buruh Demo Tolak Kenaikan Harga BBM Hari Ini, Jokowi: Sampaikan dengan Cara Baik

"Jadi kami sangat dilema seandainya tarif ini (angkutan umum) dinaikkan. Apakah nantinya para penumpang juga masih mau menggunakan angkutan umum? Kami mengusulkan dua rekomendasi terkait kenaikan harga BBM ini, salah satunya," ujar Ifan, Senin (5/9/2022).

Kebijakan menghapus PKB bagi angkutan umum, lanjut Ifan, akan menolong atau meringankan biaya produksi.

Selain penghapusan PKB, pihaknya pun mengusulkan harga BBM khusus bagi angkutan umum.

"Tentunya kami menolak kenaikan BBM bagi angkutan umum. Namun enggak apa-apa harus tetap naik, kami mohon pemerintah memberikan subsidi BBM khusus bagi angkutan umum, melalui aplikasi MyPertamina," jelasnya.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Lebih lanjut Ifan menyatakan, para pengusaha angkutan umum di Jabar tetap menolak kenaikan harga BBM.

Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai berdampak besar.

Terlebih, daya beli masyarakat pun masih rendah ditambah beban hidup yang semakin tinggi akibat harga kebutuhan pokok yang juga dipastikan naik.

Meski begitu, pihaknya hingga kini belum sepakat untuk menyesuaikan tarif angkutan umum karena khawatir angkutan umum ditinggalkan masyarakat dan masyarakat beralih menggunakan moda transportasi lainnya.

"Ya itu tadi, larena saat kita naikkan tarif, kita itu sangat dilema karena apakah masyarakat mau atau malah meninggalkan angkutan umum? Mereka akan berpikir lebih baik menggunakan angkutan pribadi, motor misalkan, atau mereka akan lari ke angkutan online," bebernya.

Menurutnya, para pengusaha dan pelaku angkutan umum awalnya berencana untuk menggelar aksi demonstrasi besar-besaran untuk menyikapi kenaikan harga BBM.

Namun, kata dia, Organda Jabar memilih untuk melakukan pertemuan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar terlebih dahulu.

"Sebenarnya, kita mau demo besar-besaran, tapi kami masih menahan gitu. Kita coba lihat itikad baik dari pemerintah setelah kita menyampaikan permohonan-permohonan itu. Kami juga besok akan melakukan pertemuan dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, termasuk nanti juga hari Selasa, kita seluruh Indonesia akan kumpul di Jakarta," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini