Bulan lalu, pemimpin de facto OPEC Arab Saudi mengisyaratkan bahwa OPEC+ kemungkinan akan memangkas produksi untuk menyeimbangkan pasar.
Menteri Energi Arab Saudi Abdulaziz bin Salman Al Saud pada akhir Agustus menuturkan bahwa aliansi itu siap untuk memangkas output di tengah volatilitas di pasar berjangka minyak, didorong oleh tipisnya likuiditas dan diskoneksi dengan fundamental pasar.
Menurut laporan bulanan terbaru OPEC, beberapa anggotanya telah bersusah payah berusaha memenuhi kuota output bulanan mereka, merujuk pada pasar fisik yang masih ketat. Pada Juli, Nigeria dan Angola jauh tertinggal di belakang target produksi mereka.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.