JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif siap antisipasi harga minyak dunia terhadap besaran subsidi BBM di tahun ini. Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD4,83 menjadi USD88 per barel.
“Harga minyak belum ada kepastian. Harganya berubah setiap hari, jadi kita masih antisipasi hingga akhir tahun," kata Arifin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR, dikutip Jumat (9/9/2022).
Arifin membeberkan alasan di balik harga minyak yang fluktuatif adalah pasokan minyak dari negara Rusia terganggu. Di sisi lain, OPEC Plus perlu mengontrol laju produksi untuk bisa menahan harga
"Kalau pun terjadi harga turun, mungkin terjadinya indikasi inflasi. Sehingga demand menurun dan mempengaruhi harga minyak," katanya.
Terkait lifting minyak, Arifin memantau sumber pengolahan minyak yang masih lama. Dengan demikian, pemerintah berupaya keras menyiapkan teknologi baru yang memerlukan biaya tambahan.
Arifin menargetkan produksi 1 juta barel minyak per hari di tahun 2030. Namun, capaian ini perlu dilihat secara bertahap.
"Dilihat secara bertahap, artinya untuk memompa minyak diperlukan rentang waktu 7-10 tahun. Kita memiliki beberapa indikasi sumber baru yang sedang diupayakan untuk dipercepat," pungkasnya.