Bahkan pendirian ID FOOD masih di tahap awal pembenahan keuangan perusahaan yang tergabung di dalamnya. Artinya, ada langkah-langkah strategi lain yang akan dilakukan Kementerian BUMN dengan menggandeng Danareksa PPA.
"Apakah Perinus-Perindo, apakah PT Garam dapat PMN Rp 1 triliun, tapi barangnya tidak bisa dikeluarkan, dan macem-macem, mungkin kompleksitas bisa di jawab sendiri (Direksi). Di situlah kenapa kemarin kita menggabungkan Perinus-perindo, dan lain-lain, tapi ini baru langkah pertama, belum masuk langkah kedua. Karena itu kita melibatkan Danareksa PPA untuk merubah strategi secara besar," ungkap dia.
Selain ID FOOD, Kementerian BUMN juga membenahi keuangan Holding Industri Pertahanan. Erick khawatir bahwa nilai kontrak sebesar Rp 74 triliun yang diperoleh holding, namun tidak seimbang dengan arus kas perusahaan.
"Industri pertahanan juga kita melakukan hal yang sama seperti ID FOOD. Jangan sampai Industri pertahan mendapatkan nilai kontrak sampai Rp74 triliun, tapi cash flow-nya tidak siap, ini kita coba benahin," tutur dia.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.