Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buntut Harga BBM Naik, Daya Beli Masyarakat di Pasar Turun hingga 10%

Fani Ferdiansyah , Jurnalis-Jum'at, 09 September 2022 |18:44 WIB
Buntut Harga BBM Naik, Daya Beli Masyarakat di Pasar Turun hingga 10%
Daya beli di pasar turun. (Foto: MPI)
A
A
A

GARUT - Penurunan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok dilaporkan terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Menurunnya kemampuan membeli masyarakat terpantau merata di sejumlah pasar tradisional.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM Kabupaten Garut Asep Mulyana, menyampaikan jika kenaikan harga BBM telah berdampak pada harga beberapa komoditas sekitar 10%.

Dia menduga kenaikan harga pada beberapa komoditas tersebut disebabkan oleh naiknya biaya ongkos angkut.

 BACA JUGA:Pengusaha Waspadai Efek Kenaikan Harga Pertalite ke Daya Beli Masyarakat

"Sekarang harga komoditas tidak merata pasca kenaikan BBM, ada beberapa komoditas yang naik, ada yang tetap, bahkan malah ada komoditas yang turun. Namun secara keseluruhan, kami menerima laporan dari beberapa pasar itu ada penurunan daya beli masyarakat," kata Asep Mulyana, Jumat (9/9/2022).

Salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga adalah telur.

Dia menyebut penurunan harga telur saat ini sekitar Rp2.000 per kg

"Kami masih melihat sejauh mana fluktuasinya, bagaimana dampak kenaikan dan penurunannya terhadap penurunan daya beli masyarakat dari para pedagang," ucapnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala Sub Bagian TU UPTD Pasar Guntur Ciawitali Garut Yusep Suryaman.

Menurut Yusep, turunnya beberapa harga komoditas belum berpengaruh pada daya beli masyarakat yang juga mengalami penurunan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement