Share

Wall Street Menguat, Dow Jones Naik 2,7% di Minggu Ini

Anggie Ariesta, Jurnalis · Sabtu 10 September 2022 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 10 278 2664647 wall-street-menguat-dow-jones-naik-2-7-di-minggu-ini-oFkKC3wXWR.jpg Wall Street Menguat. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Bursa Saham AS, Wall Street menguat pada akhir perdagangan Jumat. Di mana indeks utama mencatat kenaikan mingguan pertama dalam empat minggu terakhir.

Menguatnya Wall Street karena investor melakukan pembelian, mengabaikan kekhawatiran tentang prospek ekonomi.

Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 377,19 poin, atau 1,19%, menjadi 32.151,71, S&P 500 (.SPX) naik 61,18 poin, atau 1,53%, menjadi 4.067,36 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 250,18 poin, atau 2,11%, menjadi 12,112,31.

Baca Juga: Wall Street Kokoh Ditopang Saham Sektor Perbankan dan Layanan Kesehatan

Untuk minggu ini, Dow naik 2,7%, S&P 500 naik 3,6% dan Nasdaq naik 4,1%.

Kenaikan tersebut mengikuti aksi jual tajam yang dimulai pada pertengahan Agustus, dipicu oleh kekhawatiran tentang dampak kebijakan moneter yang lebih ketat dan tanda-tanda perlambatan ekonomi di Eropa dan China.

Analis menilai pemulihan pasar minggu ini lebih terkait dengan overselling sebelumnya karena ketidakpastian tetap tinggi tentang inflasi dan agresivitas Federal Reserve dalam kenaikan suku bunga.

"Tidak mengherankan kami mendapatkan sedikit bouncing seperti yang kami dapatkan di sini, karena banyak dari ini bersifat teknis," kata Pemimpin Strategi Portofolio Natixis Investment Managers Solutions, Jack Janasiewicz, dilansir dari Reuters, Sabtu (10/9/2022).

Baca Juga: Wall Street Ditutup Menguat, Indeks Nasdaq Naik 2,14%

"Saya tidak akan terkejut jika kami memulai minggu ini dengan sedikit lebih banyak kekuatan dan kemudian kami agak tenang dan memberikan sedikit kekuatan saat kami bersiap untuk CPI," tambahnya.

Investor menunggu laporan harga konsumen (CPI) Agustus pada hari Selasa untuk tanda-tanda bahwa inflasi mungkin mereda. Diharapkan untuk menunjukkan bahwa harga naik pada kecepatan 8,1% sepanjang tahun di bulan Agustus, dibandingkan dengan 8,5% di bulan Juli.

Ekonom Wells Fargo memperkirakan inflasi utama akan mencatat penurunan bulanan tertajam sejak puncak pandemi pada April 2020, dibantu oleh penurunan harga gas.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Semua 11 sektor S&P utama diperdagangkan lebih tinggi pada hari Jumat, dengan layanan komunikasi (.SPLRCL), teknologi (.SPLRCT), energi (.SPNY) dan consumer discretionary (.SPLRCD) memimpin.

Meski demikian, investor gelisah tentang prospek kenaikan suku bunga besar lainnya dari Federal Reserve. Pada hari Jumat, Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan The Fed harus agresif dengan kenaikan suku bunga sementara ekonomi "dapat menerima pukulan.

Pernyataan itu muncul setelah Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa Bank Sentral AS "berkomitmen kuat" untuk mengendalikan inflasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini