Share

Butuh Rp300 Triliun Bereskan Perlintasan Sebidang Kereta

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Rabu 14 September 2022 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 320 2667290 butuh-rp300-triliun-bereskan-perlintasan-sebidang-kereta-YRoczh0HAH.jpg Butuh Rp300 Triliun untuk Bereskan Perlintasan Sebidang. (Foto: Okezone.com/KAI)

JAKARTA - Perlintasan sebidang menjadi persoalan yang tak kunjung selesai. Saat ini masih ada hampir 4.000 titik litasan sebidang di Indonesia.

Direktur Jendral Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian mengatakan jumlah yang sangat banyak itu tentunya memerlukan anggaran yang tidak sedikit untuk membangun sebuah flu over maupun underpass pada lintasan tersebut.

Baca Juga: Ngeri, Hampir Setiap Hari Terjadi Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Kereta

"Jadi kalau kita lihat dari lebih dari 3.000 titik lintasan, di luar ada 1.000 yang ilegal, total kan ada 4.000 ribu lebih," ujar Hedy dalam RDP Bersama Komisi V DPR RI, Rabu (14/9/2022).

Hedy menjelaskan, setidaknya membutuhkan kira-kira Rp300 triliun untuk mengatasi litasan sebidang yang kerap menjadi penyebab titik kemacetan di jalan raya. Asumsi angka tersebut diambil dengan mengatasi lintasan sebidang dengan membangun flyover atau underpass.

Baca Juga: Sebabkan 4 Orang Meninggal Dunia, PT KAI Minta Perlintasan Tanpa Pintu Ditertibkan

"Memang tidak semua underpass dan fly over itu butuh Rp150 miliar di jalan nasional, dengan adanya 3.000 titik, artinya untuk menyelesaikan ini kita butuh Rp300 triliun," sambungnya.

Bahkan Hedy mengtakan kepada anggota dewan angka ini juga belum lebih besar jika pagu anggaran dua Kementerian, antara PUPR dan Perhubungan disatukan.

"Itu lebih besar dari anggaran PU dan Perhubungan yang tidak sampai Rp200 triliun," kata Hedy.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Hedy menambahkan, saat ini total perlintasan jakiir kereta api dengan jalan nasional sebanyak 199 titik, sedangkan saat ini baru hanya 150 titik yang masih sebidang atau belum ditangani.

"Jadi kira-kira kalau underpass dan flyover Rp150 miliar, kita butuh hampir Rp22,5 Triliun, perkiraan," kata Hedy.

"Jadi ini biaya yang sangat besar, untuk memenuhi prinsip bahwa yang paling bagus itu tidak sebidang sesuai amanat undang-undang," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini