Share

Kembangkan Silicon Valley Indonesia, Kemenperin Dorong Ekosistem Berbasis Industri

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Kamis 15 September 2022 19:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 15 320 2668478 kembangkan-silicon-valley-indonesia-kemenperin-dorong-ekosistem-berbasis-industri-HXuP3nXBlk.jpg Pengembangan silicon valley RI (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian mendukung pengembangan Silicon Valley Indonesia sebagai upaya mengakselerasi transformasi digital di sektor manufaktur. Salah satu upaya Kemenperin dengan mendorong ekosistem berbasis Industri 4.0 dan Society 5.0.

"Melalui Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0, Kemenperin melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan ekosistem digital yang dijalankan dengan konsep kemitraan dan kerja sama antara pemerintah dengan berbagai pihak, misalnya perusahaan swasta dan universitas," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Arus Gunawan dilansir dari Antara, Kamis (15/9/2022).

Salah satu kawasan komersial bernama Correctio dibangun oleh PT Jababeka di Cikarang, Jawa Barat. Kawasan tersebut digadang-gadang akan menjadi ‘Silicon Valley’ Indonesia.

Arus menuturkan, PIDI 4.0 turut berperan dalam pembangunan ekosistem di Correctio sekaligus memberikan fasilitas bagi para startup lokal yang akan mengembangkan usahanya di PIDI 4.0.

“Kami akan mengolaborasikan startups tersebut dengan mitra global, sehingga mereka akan memiliki pengalaman dan network yang mumpuni untuk berkontribusi di dalam ekosistem tersebut,” ujar Arus.

Direktur PIDI 4.0 sekaligus Kepala Pusat Diklat SDM Industri BPSDMI Kemenperin Tirta Wisnu Permana menambahkan, PIDI 4.0 juga bekerja sama dengan Fablab Jababeka, merupakan Fabrication Laboratory (FabLab) pertama di Indonesia yang diresmikan PT Jababeka pada Maret 2021 silam.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Fablab Jababeka merupakan fasilitas untuk pengembangan industri 4.0 di Kawasan Industri Jababeka, juga sebagai satelit dari PIDI 4.0. Kemenperin juga mengapresiasi komitmen kerja sama dan kontribusi Jababeka sebagai mitra industri pertama yang menjadi satelit PIDI 4.0.

“Dengan kesempatan ini kami berharap industri-industri yang ada di kawasan Jababeka dan startup-startup lokal yang ada di daerah kawasan Jababeka bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu untuk mengembangkan usahanya,” ungkapnya.

Menurut Wisnu, Jababeka juga telah membuka akses bagi perusahaan rintisan dan industri untuk terus berkembang serta menghasilkan inovasi dan solusi berbasis teknologi di Correctio. Hal tersebut dimungkinkan berkat kemitraan yang telah terjalin dengan BRIN, Indogen, BISA AI, Telkomsel, Mitsubishi Heavy Industries (MHI), Auk Industries, Gamatechno, Arcstone, Sembcorp, dan PIDI 4.0 Kementerian Perindustrian.

“Kami juga berharap Fablab Jababeka bersama PIDI 4.0 dan mitra industri lainnya bisa melahirkan startups unggul yang bisa menyediakan solusi dari masalah-masalah yang dihadapi industri terkait dengan transformasi industri 4.0 di kawasan Jababeka khususnya dan secara nasional pada umumnya,” tutur Wisnu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini