Salah satu upayanya yaitu dengan membuat lomba bedah data APBD Tahun 2022.
“Ini adalah sebuah upaya dari Kementerian Keuangan untuk bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat luas mengenai sepertiga APBN ditransfer ke daerah dan dikelola oleh pemerintah daerah, serta untuk bisa menyebarluaskan akuntabilitas publik,” terangnya.
Menurutnya, lomba bedah data yang diselenggarakan oleh DJPK dapat menjadi solusi untuk memperkenalkan kepada masyarakat bagaimana cara menerjemahkan dan menganalisa data keuangan serta mengenal pilihan kebijakan pemerintah.
“Jadi sebetulnya by sistem itu adalah sesuatu yang sederhana namun di dalam kenyataannya banyak masyarakat yang belum memahami,” beber Sri.
Pada acara lomba bedah data kali ini, telah terpilih sejumlah 6 finalis lomba dari total 162 peserta yang terdaftar.
Dengan begitu Sri berharap, agar ide dan inovasi dari berbagai peserta dapat menjadi masukan bagi perbaikan dalam kinerja pengelolaan anggaran.
“Inovasi dan ide-ide yang muncul dari para peserta dan berbagai proposal yang disampaikan, saya harap tidak going wasted atau tidak menjadi hal yang percuma. Saya berharap tentu dari proses ini di DJPK beserta DJA dan DJPB bisa memanfaatkan berbagai proposal ini untuk melihat berbagai hal kemungkinan yang bisa digunakan,” pungkas Sri.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.