Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ancaman Inflasi 'Hantui' RI, Daya Beli Bisa Turun?

Michelle Natalia , Jurnalis-Sabtu, 17 September 2022 |14:52 WIB
Ancaman Inflasi 'Hantui' RI, Daya Beli Bisa Turun?
Ilustrasi ekonomi. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Ancaman inflasi dikhawatirka menurunkan daya beli masyarakat yang baru pulih pasca pandemi Covid-19.

Ekonom sekaligus Direktur CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan bahwa inflasi berisiko menyebabkan daya beli masyarakat alami penurunan.

Hal itu karena inflasi yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh gangguan rantai pasok, bukan karena naiknya permintaan masyarakat.

 BACA JUGA:Harga Pangan Mahal, Daya Beli Masyarakat Bisa Kembali Merosot

"Yang dikhawatirkan, setelah inflasi tinggi maka berujung pada stagflasi, yakni output produksi dan kesempatan kerja menurun. Inflasi juga meningkatkan garis kemiskinan sehingga orang yang tadinya masuk kategori kelas menengah, turun menjadi orang miskin baru," ujar Bhima kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Sabtu (17/9/2022).

Selain itu inflasi akan menyebabkan naiknya tingkat suku bunga acuan dan banyak sekali masyarakat maupun pelaku usaha alami kenaikan bunga pinjaman.

"Sebaiknya pemerintah mulai lakukan beberapa relaksasi seperti penurunan tarif PPN dari 11% menjadi 8% agar harga barang dilevel konsumen lebih rendah. Kemudian berikan subsidi bagi transportasi umum," ungkapnya.

Pengendalian stok pangan pun sebut dia, tidak kalah penting.

"Di sini pentingnya pendataan sampai adanya neraca pangan per kabupaten/kota, hingga memangkas rantai pasok yang terlalu panjang," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement