JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir cemas posisi Indonesia dalam rantai pasok global tertinggal dari negara lain. Dia kembali mengingatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok dunia atau global supply chain.
Menurutnya, berbagai lompat besar harus dilakukan jika Indonesia tidak mau tertinggal jauh dari negara lain. Dalam global supply chain, kata Erick, berbagai negara berlomba-lomba memperkuat berbagai sektor usahanya. Baik manufaktur, energi, pangan, hingga air.
"Mereka bicara land and agriculture, semua hasil daripada pangan berdasarkan juga green energi, mereka juga bicara air, inilah Eco-lifestyle," ungkap Erick Kamis (22/9/2022).
Indonesia, lanjut Erick, bila tidak mengambil langkah besar terhadap mengubah global, maka Indonesia kembali menjadi negara yang tertinggal karena percepatan di negara lain.
Dia mentohkan perubahan yang dilakukan di Amerika Serikat (AS). Amerika adalah sebuah negara yang bisa melihat visinya ke depan untuk mendorong pertumbuhan ekonominya secara menyeluruh.
"Karena ke depannya kita ini bicara global Supply chain, kita baru melakukan transformasi 4.0, Amerika sudah loncat lagi, bagaimana Amerika sebuah negara yang selalu bisa melihat visi ke depan, perubahan daripada landscape daripada pertumbuhan ekonomi dan ekonomi secara menyeluruh," tutur Erick.
Dulu, Amerika Serikat bicara soal cara menciptakan mobil, lalu menciptakan komputer, hari ini mereka sudah mendorong pembentukan green industrialisasi. Langkah transformasi besar ini dinilai Erick harus diikuti oleh Indonesia.
"Kalau kita tidak ngikutin, kita tidak menjadi bagian supply di dunia," kata dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.