Share

Malaysia Takut Ekspor CPO Turun Gegara Indonesia Jual Murah

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Kamis 22 September 2022 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 320 2672666 malaysia-takut-ekspor-cpo-turun-gegara-indonesia-jual-murah-D5YbwdKS54.jpg Malaysia takut ekspor CPO turun (Foto: Okezone)

JAKARTA โ€“ Regulator industri minyak sawit mentah Malaysia takut ekspor CPO turun karena kebijakan Indonesia. Sebagaimana diketahui, Indonesia memperpanjang pembebasan pungutan ekspor CPO, sekaligus menjual produknya di harga murah.

Direktur Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) Ahmad Parveez mengatakan produsen CPO dari Indonesia sedang bergerak untuk menguras persediaan dengan melakukan ekspor di harga yang lebih rendah dari produk Negeri Jiran. Diketahui, kebijakan pembebasan bea ekspor RI diperpanjang hingga 31 Oktober.

โ€œDengan cara Indonesia melepas persediaannya sekarang, kami mengantisipasi dua hingga tiga bulan ke depan ekspor Malaysia akan turun,โ€ kata Ahmad, dilansir Reuters, Kamis (22/9/2022).

Perlambatan ekspor ini dinilai dapat membuat persediaan CPO Negeri Jiran akan melimpah-ruah pada akhir 2022. Ahmad menyebut stok CPO pada Desember 2022 akan menjadi 2,5 juta ton, yang notabene tertinggi sejak April 2019.

Malaysia juga dinilai mampu untuk menghasilkan 18,5 juta ton CPO pada tahun 2022. Optimisme tersebut, terang Ahmad, bakal menjadi tantangan mengingat masalah kekurangan tenaga kerja yang tak kunjung sirna.

Sebagai catatan, volume persediaan CPO Malaysia meningkat pada akhir Agustus lalu di level tertinggi lebih dari dua tahun terakhir. Selain karena penurunan ekspor, produksi tandan buah segar mengalami peningkatan menyusul puncak musim panen yang sedang berlangsung.

Di Indonesia, persediaan CPO telah meningkat tajam sejak kebijakan pembatasan ekspor yang diberlakukan dari awal tahun. Ahmad membaca para pedagang minyak sawit RI sengaja menurunkan harga agar lebih murah daripada produk Malaysia, demi mengurangi persediaan mereka, sekaligus membantu petani perkebunan.

"Saya tidak heran jika mereka (Indonesia) memperpanjang kebijakan itu, meskipun itu masih tergantung pada persediaan. Mereka ingin menurunkan stok ke level yang terkendali," terangnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini