Share

Erick Thohir Dukung Pembentukan 3 Subholding PTPN III

Suparjo Ramalan, iNews · Kamis 22 September 2022 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 320 2672829 erick-thohir-dukung-pembentukan-3-subholding-ptpn-iii-5iFhSHEnE9.jpg Erick Thohir dukung pembentukan subholding PTPN III (Foto: Okezone)

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir mendukung pembentukan tiga subholding Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III. Dia memastikan pembentukan tiga subholding rampung tahun ini

Adapun ketiga sub holding tersebut di antaranya PalmCo, SugarCo atau PT Sinergi Gula Nusantara dan Supporting Co. Kabar ini konfirmasi Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury.

"Kita sangat mendukung rencana PTPN membangun tiga subholding," ungkap Pahala usai peluncuran produk unggulan dari Indonesia Plantation and Forestry Research Institute (IPFRI), Kamis (22/9/2022).

Pendirian tiga subholding tersebut sejalan dengan rencana PTPN III melakukan Initial Public Offering (IPO) yang ditargetkan pada 2022 ini.

Melalui tiga subholding, PTPN III akan mengoptimalisasi asetnya. Adapun subholding Palm Co akan mengintegrasikan industri hulu ke hilir kelapa sawit yang dimiliki perseroan. Proses ini menjadikan perusahaan sebagai perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia dengan target luas areal sebesar 706.000 ha pada 2026.

Tak hanya itu, Palm Co mampu menghasilkan 1,8 juta ton olein per tahun dan 433.000 ton biodiesel per tahun. Olein yang dihasilkan diharapkan akan memenuhi kurang lebih 30 persen dari konsumsi minyak goreng domestik.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Untuk Sugar Co, entitas yang mengkonsolidasikan 36 Pabrik Gula (PG) melalui kemitraan strategis. Entitas ini ditargetkan berkontribusi pada pencapaian swasembada gula nasional dengan target produksi gula pada 2026 sebanyak 1,8 juta ton per tahun.

"Kita harap untuk SugarCo bisa dilakukan minggu-minggu ini, menunggu penyelesaian diskusi dengan para kreditur yang kita harap selesai minggu ini. Minggu depan kita harapkan bisa menurunkan aset dan selesaikan proses spin off. Kita berharap sebelum akhir bukan sudah bisa terbentuk," ucap Pahala.

Sedangkan Supporting Co difokuskan untuk mengelola bisnis Group PTPN, selain komoditi gula dan kelapa sawit, sub holding ini fokus pada penguatan komoditas teh dan kopi, hingga pengembangan model bisnis baru berbasis optimalisasi aset.

Pahala menyampaikan Kementerian BUMN juga merampungkan konsolidasi terkait aset pada PalmCo. Pahala menilai finalisasi ini akan menentukan proses pembentukan SugarCo dan juga Supporting Co. Dia menyebut proses IPO PalmCo juga akan dilakukan setelah subholding ini telah resmi terbentuk pada tahun ini.

"(IPO PalmCo) kita berharap kalau waktunya tepat, di 2023 nanti. Tahun ini fokus pada regulasi dan pembentukan PalmCo dulu," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini