Share

Startup RI Tertinggi ke-6 di Dunia, Jokowi Minta Terjun ke Bisnis Pangan

Suparjo Ramalan, iNews · Senin 26 September 2022 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 320 2674965 startup-ri-tertinggi-ke-6-di-dunia-jokowi-minta-terjun-ke-bisnis-pangan-HSP97FINW0.jfif Presiden Jokowi. (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka BUMN Startup Day 2022 pada hari ini, Senin (26/9/2022).

Diketahui, acara ini merupakan sebuah program yang mempertemukan perusahaan pelat merah, venture capital, dan para perusahaan rintisan (startup) di Indonesia.

Presiden Jokowi mencatat startup di dalam negeri masih didominasi oleh perusahaan yang bergerak bidang teknologi dan keuangan (Fintech). Totalnya mencapai 23%.

Lalu, perusahaan rintisan kedua di didominasi oleh sektor sektor ritel atau sebanyak 14%.

 BACA JUGA:Pesan Jokowi ke Startup: Hati-Hati 90% Gagal saat Merintis

Sebaliknya, Presiden menilai startup di bidang pangan masih minim atau kurang, padahal pangan menjadi sektor yang subtansial bagi masyarakat.

Sehingga dia mengingatkan urusan pangan ke depan akan menjadi persoalan besar yang harus dipecahkan oleh teknologi

"Dan startup Indonesia ini tertinggi keenam di dunia, pertama memang Amerika, India, UK, Kanada, Australia, Indonesia nomor enam ini juga potensi besar yang harus kita kembangkan, tapi hati-hati dari kategori yang saya lihat memang sangat besar, masih di fintech 23%, kemudian ritel ada 14%, padahal tadi kalau kita lihat urusan masalah krisis pangan," ujar Presiden Jokowi saat membuka BUMN Startup Day 2022 pagi ini.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Lebih jauh, pangan menjadi kesempatan besar bagi perusahaan rintisan di Indonesia.

Lantaran market atau potensi pasar yang sangat besar di Indonesia.

Presiden Jokowi menyebut pangan tidak hanya berkutat pada persoalan beras saja, namun ada komoditas lainnya yang juga menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Misalnya, sayur-sayuran, sorgum, cassava, hingga sagu.

Komoditas tersebut, kata Jokowi, menjadi sebuah peluang besar dan target konsumen dari petani di ladang, nelayan di lautan sampai masuk ke Ibu-ibu rumah tangga.

Bahkan, peluangnya sangat besar sekali.

"Hati-hati ini ada kesempatan besar di situ karena di dalam urusan pangan itu ada yang namanya urusan produksi, ada yang namanya urusan distribusi, ada yang namanya urusan pasar. Di sini ada peluangnya, semua urusan distribusi ada, urusan produksi ada, urusan pasarnya ada," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini