JAKARTA - Motion Technology membuka kesempatan besar bagi startup di Indonesia untuk bisa berkolaborasi.
Perusahaan rintisan financial technology (fintech) end-to-end itu pun menawarkan kerja sama di sektor layanan jasa keuangan.
Managing Director Motion Technology Jessica Tanoesoedibjo memastikan Motion Technology melalui sejumlah unit usahanya memberi kesempatan kepada startup yang ingin bekerja sama.
Adapun unit bisnis milik Motion Technology diantaranya MotionPay, MotionBanking, MotionTrade, MotionCredit, MotionLife, FlashMobile.
BACA JUGA:4 Tips MotionTrade Bertahan di Pasar Saham yang Naik Turun
"Tentunya Mention Technology hadir dengan semua unit usahanya, termasuk MotionPay, MotionBanking, MotionTrade, MotionCredit, MotionLife, FlashMobile, di mana kita menawarkan layanan jasa keuangan end to end untuk setiap startup yang ingin berpanter dengan kami," ujar Jessica saat menjadi pembicara di acara BUMN Startup Day 2022, Selasa (26/9/2022)
Motion Technology memang mendirikan booth khusus di gelaran BUMN Startup Day 2022, dalam kesempatan itu, lanjut Jessica, Motion Technology dan startup lainnya bisa bertukar informasi dan ide-ide kreatif yang nantinya bisa direalisasikan secara bersama.
"Di sini kami juga berdiskusi dengan para startup yang ada di sini, tentunya dengan diskusi langsung terkait ide yang dicetus agar bisa kita bisa kembangkan secara bersama," tutur Jessica.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka BUMN Startup Day 2022, ini merupakan sebuah program yang mempertemukan perusahaan pelat merah, venture capital, dan para perusahaan rintisan (startup) di Indonesia.
Kepala negara mencatat startup di dalam negeri masih didominasi oleh perusahaan yang bergerak bidang teknologi dan keuangan (Fintech). Totalnya mencapai 23%.
Lalu, perusahaan rintisan kedua di didominasi oleh sektor sektor ritel atau sebanyak 14%.
Sebaliknya, Presiden menilai startup di bidang pangan masih minim atau kurang, padahal pangan menjadi sektor yang substansial bagi masyarakat.
Kepala Negara mengingatkan urusan pangan ke depan akan menjadi persoalan besar yang harus dipecahkan oleh teknologi
"Dan startup Indonesia ini tertinggi keenam di dunia, pertama memang Amerika, India, UK, Canada, Australia, Indonesia nomor enam ini juga potensi besar yang harus kita kembangkan, tapi hati-hati dari kategori yang saya lihat memang sangat besar, masih di fintech 23 persen, kemudian ritel ada 14 persen, padahal tadi kalau kita lihat urusan masalah krisis pangan," kata Presiden .
(Zuhirna Wulan Dilla)