Share

Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 5% pada 2023

Ikhsan Permana, MNC Portal · Sabtu 01 Oktober 2022 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 01 320 2678644 ekonomi-indonesia-diprediksi-tumbuh-5-pada-2023-ECxV9b93DQ.jpg Pertumbuhan ekonomi 2023 (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh hingga 5% pada 2023. UOB Indonesia memperkirakan bahwa produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh 4,8% pada tahun ini dan 5% pada 2023 di tengah ketidakpastian ekonomi global yang tengah berlangsung.

Presiden Direktur UOB Indonesia Hendra Gunawan mengatakan, di tengah berbagai tantangan serta ketidakpastian global, perekonomian Indonesia terbukti resilien melalui sinergi kebijakan makro ekonomi pemerintah yang telah berhasil membawa negara pulih dengan cepat dan berkelanjutan.

"Seiring dengan peran kami sebagai katalis serta menghadirkan peluang, kami berharap dapat mendukung pemerintah, regulator, investor, dan masyarakat dalam membangun masa depan bersama yang berkelanjutan,” ujar Hendra, dikutip Sabtu (1/10/2022).

ekonomi

Menurutnya, Indonesia telah memperlihatkan kemajuan yang stabil menuju pemulihan ekonomi yang lebih tangguh setelah PDB berkontraksi sebesar 2% selama pandemi tahun 2020. Namun, Indonesia tengah menghadapi risiko-risiko seperti lesunya pertumbuhan global, volatilitas keuangan global, pengetatan kebijakan makroekonomi, serta memanasnya ketegangan geopolitik.

Akan tetapi, pihaknya memprediksi bahwa perekonomian Indonesia akan tetap tangguh pada tahun 2023 didukung konsumsi domestik yang kuat dan kenaikan ekspor komoditas.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Lebih lanjut, Ekonom UOB Enrico Tanuwidjaja mengatakan bahwa perubahan iklim menjadi masalah paling mendesak yang tengah dihadapi dunia, termasuk Indonesia. Pada saat yang bersamaan, secara global tengah dihadapkan pada tantangan terkait permintaan energi, kelangkaan pangan, serta masalah kesehatan global.

"Negara-negara maju dan berkembang juga terus bekerja sama dalam mengadopsi kebijakan rendah karbon dan ketahanan iklim. Indonesia harus terus mendukung keberlanjutan dan juga mengelola belanja dan investasinya untuk memastikan pemulihan yang tangguh,” jelasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini