Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahlil ke Mahasiswa: Kalau Ingin Jadi Presiden Tak Harus Lewat Partai Politik, Bisa Jalur Pengusaha

Antara , Jurnalis-Selasa, 04 Oktober 2022 |14:54 WIB
Bahlil ke Mahasiswa: Kalau Ingin Jadi Presiden Tak Harus Lewat Partai Politik, Bisa Jalur Pengusaha
Bahlil ke Mahasiswa: Kalau Ingin Jadi Presiden Tak Harus Lewat Partai Politik
A
A
A

JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan wejangan ke mahasiswa jika ingin menjadi pemimpin seperti gubernur, menteri ataupun presiden.

Bahlil menyebut, untuk menjadi pemimpin tidak harus melalui partai politik. Menjadi pemimpin bisa melalui jalur pengusaha.

Bahlil menilai jalur pengusaha juga bisa jadi jalan anak muda untuk jadi bupati, walikota, hingga jadi menteri.

"Sekali lagi saya katakan, kalau kalian mau jadi bupati, pingin jadi gubernur, pingin jadi menteri, pingin jadi Presiden, tidak semuanya lewat partai politik, jalur pengusaha pun bisa kalian lakukan. Sekarang sudah terjadi," kata Bahlil dalam Orasi Ilmiah: Transformasi Ekonomi melalui Hilirisasi dengan Kearifan Lokal yang digelar di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Selasa (4/10/2022).

BACA JUGA: Menteri Bahlil: Tidak Ada yang Dapat Meramal Kondisi Ekonomi 

Bahlil bercerita, beberapa kolega dan juniornya di Hipmi saat ini banyak yang menjabat sebagai bupati hingga walikota di Jawa Timur. Begitu pula dirinya yang kini menjadi menteri meski tidak terafiliasi partai politik.

Dia kemudian menceritakan sedikit kisah hidupnya di mana 20 tahun silam dirinya pun sama dengan para mahasiswa ITS di hadapannya.

Dia juga mengakui ITS merupakan satu dari tiga kampus impiannya. Namun, karena keterbatasan biaya, dia akhirnya hanya bisa meneruskan kuliah dan menamatkan gelar S1-nya di sekolah tinggi swasta di Jayapura, Papua.

"Saya dulu bermimpi untuk punya tiga cita-cita, setelah tamat dari Fakfak. Pertama kuliah di UI, kedua ITB dan ketiga adalah ITS. Tapi apa boleh buat, saya selesai kuliah di Fakfak, karena hidup saya susah, akses komunikasi tidak sebaik sekarang, saya kuliah di Jayapura. Itu pun bukan di Uncen (Universitas Cendrawasih), tapi sekolah tinggi swasta," katanya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement