Share

Menperin: Kontribusi Industri Agro pada Pengolahan Nonmigas Capai 50,41%

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Selasa 04 Oktober 2022 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 320 2680516 menperin-kontribusi-industri-agro-pada-pengolahan-nonmigas-capai-50-41-72o4Ua4e9i.jpg Kontribusi industri agro di sektor nonmigas cukup besar (Foto: Freepik)

JAKARTA – Kontribusi industri agro pada sektor pengolahan nonmigas mencapai 50,41%. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, industri agro masih memegang peranan penting terhadap pertumbuhan sektor industri.

Industri hasil perkebunan merupakan salah satu bagian dari industri agro yang pada semester I – 2022 memiliki kinerja ekspor sebesar USD14,21 Miliar atau 56,6% dari total ekspor industri agro yang mencapai USD25,12 Miliar.

“Komoditas industri hasil perkebunan Indonesia yang mainstream meliputi kelapa, kelapa sawit, kakao, kopi, teh dan minyak atsiri. Kementerian Perindustrian terus berupaya mengoptimalkan potensi komoditas perkebunan melalui hilirisasi industri yang mampu meningkatkan nilai tambahnya di dalam negeri,” ujar Menperin Agus di Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Lanjut ia memaparkan, komoditas kelapa sawit dan minyak goreng merupakan produk ekspor utama Indonesia, mengingat Indonesia merupakan negara produsen terbesar kelapa sawit.

"Komoditas kelapa sawit menjadi model hilirisasi industri yang mampu mendorong ekspor produk bernilai tambah hasil kegiatan usaha pengolahan di dalam negeri," jelas Agus.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika menyampaikan, ekspor produk sawit mencapai hampir 89% dari komoditas perkebunan lainnya seperti kelapa, kakao, kopi, teh dan minyak atsiri.

Dalam sepuluh tahun terakhir, seiring dengan digalakkannya hilirisasi industri berbasis kelapa sawit, terjadi penambahan pesat jenis produk hilir komoditas tersebut, dari 54 jenis produk di tahun 2011 menjadi 168 produk pada 2021.

“Ekspor komoditas ini juga mengalami pergeseran dari hulu ke hilir. Pada 2010, volume ekspor hulunya 60% dan hilirnya 40%, sedangkan 2021 ekspor produk hilir mendominasi hingga 90,73% dan hulunya 9,27%,” kata Putu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini