Share

Dirut PLN Buka-bukaan Garap Proyek Listrik dari PMN Rp10 Triliun

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Rabu 05 Oktober 2022 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 320 2681076 dirut-pln-buka-bukaan-garap-proyek-listrik-dari-pmn-rp10-triliun-ze8nblJpLf.jpg PLN PMN (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendapatkan PMN (Penyertaan Modal Negara) sebesar Rp10 tirliun pada tahun 2023. Adapun dana tersebut untuk membangun infrastruktur ketenagalistrikan di daerah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan pihaknya telah membagi anggaran tersebut pada pembangunan infrastruktur kelistrikan di 3 wilayah regional.

Regional pertama adalah Jawa - Madura - Bali yang mendapat alokasi Rp3 tirliun untuk membangun jaringan kelistrikan di daerah yang hingga saat ini masih belum teraliri listrik.

"Jadi Jawa-Madura-Bali pun masih ada, untuk Madura di pulau bagian atas itu masih ada, daerah Sukabumi masih banyak sekali pasokan listrik yang belum bisa masuk, karena ada daerah yang memang terpencil," ujar Darmawan dalam Market Review IDXChanel, Rabu (5/10/2022).

Selanjutnya wilayah regional 2 adalah Sumatera - Kalimantan yang mendapat porsi pembangunan infrastruktur listrik sebesar Rp4,5 triliun. "Ini untuk membangun sumber daya setempat juga ada transmisi dan utnuk membangun daerah terpencil lainnya," kata Darmawan.

Selanjutnya adalah regional Sulawesi - Maluku - Papua - Nusa Tenggara yang dialokasikan Rp3,5 triliun. Disana nantinya pengadaan listrik bakal lebih mengandalkan sumber daya Potensial di daerah.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Kalau disini strateginya kita mencari local wisdom, kalau disitu ada hydro bisa hydro, kalau disana ada panas bumi, ya dari panas bumi, kalau dari angin ya dari angin, kalau ada potensi tenaga Surya ya tenaga Surya," lanjut Darmawan.

Menurutnya ada banyak potensi ekonomi yang bisa digarap pada daerah-daerah di Indonesia, namun terkadang hal tersebut terganjal oleh maslaah energi.

"Ini kami sebut sebagai kemiskinan yang terstruktur, kenapa miskin, mungkin darah itu kaya akan sumber daya alam, ada kerajinan yang punya potensi besar, ada potensi pariwisata yang luar biasa , tetap tanpa adanya listrik kan tidak mungkin itu bisa dikembangkan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini