BANDUNG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya segera mencari alternatif pengganti saham Royal Dutch Shell Plc (Shell) yang mengundurkan diri dari pengerjaan proyek Gas Abadi Blok Masela.
Adapun, pemerintah menargetkan perihal mengenai pembicaraan akuisisi hak partisipasi atau Participating Interest (PI) Shell di blok Masela oleh PT Pertamina (Persero) dapat selesai pada tahun ini. Salah satu syarat utama untuk mencapai kesepakatan tentu saja terkait nilai akuisisi PI itu sendiri.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan bahwa untuk bisa masuk ke proyek Masela tentu Pertamina harus menemukan kesepakatan dengan Shell.
Dia menuturkan, Shell sudah memiliki basis nilai yang minimal harus bisa disiapkan oleh Pertamina. Nilai tersebut merupakan total dana yang telah digelontorkan oleh Shell selama menjadi mitra Inpex di Masela.
“Kalau ada yang masuk pertama, dilihat negosiasi dengan Shell, mereka mau lepas berapa, ada cash out kan mereka (Shell), apakah Shell lepas PI ganti aja (dana) yang udah diekluarin, ini strategi Shell juga. Pertamina negosiasi dengan Shell. SKK Migas memonitor dan memberikan drive agar Shell jual dengan harga nggak berlebihan, biar jalan, kita surati mereka agar mendukung divestasi berapa. Sekitar USD1,4 miliar sudah dikeluarkan Shell,” tutur Dwi di Bandung, Rabu (5/10/2022).
Dwi membeberkan salah satu basis negosiasi antara Pertamina dan Shell juga saat ini sedang dilakukan. Pertamina, kata dia, sedang melakukan studi data room blok Masela. Diharapkan bulan ini pelaksanaan studi bisa rampung baru kemudian diputuskan berapa persen PI yang disanggupi atau akan diambil oleh Pertamina.