Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Akuisisi Hak Partisipasi Shell di Blok Masela, Pertamina Harus Siapkan Rp21 Triliun

Risky Fauzan , Jurnalis-Rabu, 05 Oktober 2022 |15:26 WIB
Akuisisi Hak Partisipasi Shell di Blok Masela, Pertamina Harus Siapkan Rp21 Triliun
Blok Masela (Foto: Okezone)
A
A
A

“Pertamina sudah lihat data room lakukan studi, Oktober ini selesai studi data room, nextnya, challenge berapa persen kemampuan Pertamina, apakah 35% akan diambil semua atau tidak,” bebernya.

SKK Migas sendiri menargetkan pembahasan divestasi maupun penyeraham revisi rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) bisa selesai di tahun ini. Pihak Inpex kata Dwi juga memiliki kewajiban untuk segera mengeksekusi proyek Masela jika dan tidak melebihi batas waktu sejak PoD pertama dulu disetujui pada tahun 2019.

“Inpex ada kewajiban, kalau mitra bermasalah ini tidak boleh terbengkalai . Hulu Migas tugasnya lead (operator) dia ini harus biayai sendiri dulu,” tegas Dwi.

Sebagaimana diketahui, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah membentuk konsorsium untuk mengambil alih 35% hak partisipasi Shell Upstream Overseas Ltd dalam pembangunan Proyek Kilang Gas Alam Cair (LNG) Abadi di Blok Masela, Provinsi Maluku.

"Saya baru balik dari Saumlaki mendampingi Bapak Presiden dan kami menginap di sana. Presiden sudah memberikan arahan baik kepada saya maupun kepada Menteri BUMN bahwa program gas di Maluku menjadi salah satu prioritas," ujar Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI.

Bahlil mengungkapkan Inpex sebagai pemilik saham mayoritas tetap harus diminta untuk cepat melakukan proses tersebut. Terkait ambil alih 35% saham Shell di Blok Masela, akan dibentuk konsorsium antara Indonesia Investment Authority (INA), PT Pertamina (Persero), dan beberapa perusahaan lain yang sedang dijajaki.

Sementara itu, Arifin Tasrif, Menteri ESDM, sebelumnya pernah mengungkapkan meskipun belum ada kesepakatan apapun namun pihak Inpex menyambut positif rencana ikut terlibatnya Pertamina di Masela.

"Sama Pertamina mau banget (Inpex),” ujar Arifin.

Investasi di blok Masela memang bukanlah investasi sedikit. Pada rencana pengembangan atau Plan of Development (POD) awal, nilai investasinya diestimasikan bisa mencapai US$19,8 miliar dengan kapasitas fasilitas LNG mencapai 9,5 Metrik Ton Per Annum (MTPA) atau setara 1.600 juta kaki kubik per hari (MMscfd) serta gas pipa mencapai 150 MMscfd. Selain itu blok Masela juga diproyeksi hasilkan kondensat 35 ribu barel per hari.

Terbaru, investasinya diperkirakan akan membengkak US$1,3-US$1,4 miliar miliar untuk membiayai penerapan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS).

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement