Menurut dia, target pengurangan emisi di sektor energi awalnya 109,4 juta ton di tahun 2025, ditingkatkan menjadi 132,25 juta ton.
"Upaya digitalisasi mulai dilakukan di tingkat pembangkit, ada upaya program dekarbonisasi yang sudah berjalan dalam bentuk skala kecil tersebar di seluruh Indonesia yaitu 5200 unit (pembangkit) diesel diganti dengan gas dan EBT," jelasnya.
Dia menuturkan naiknya target penurunan emisi karbon dalam enhanced NDC dilihat sebagai komitmen dan optimisme besar pemerintah untuk memitigasi dampak perubahan iklim yang sudah muncul.
Selain itu, pemerintah juga memanfaatkan kondisi krisis energi di beberapa negara di dunia yang membuat lonjakan harga komoditas energi berbasis fosil, seperti migas dan batu bara.
"Memanfaatkan momentum saat ini harga fossil fuel masih tinggi baik itu minyak gas, batu bara, dan itu membuka peluang produk EBT lebih masif dalam bauran energi," pungkas Rida.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.