Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Anjlok ke Rp15.300/USD, Harga Gandum dan Kedelai Naik?

Ikhsan Permana , Jurnalis-Selasa, 11 Oktober 2022 |16:18 WIB
Rupiah Anjlok ke Rp15.300/USD, Harga Gandum dan Kedelai Naik?
Harga kedelai (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini berada di level Rp15.331 per USD. Pelemahan Rupiah dikhawatirkan memicu kenaikan sejumlah komoditas impor seperti harga gandum dan kedelai.

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meyakini pelemahan tersebut tidak akan mempengaruhi harga kebutuhan pokok di dalam negeri. Dia mengungkapkan, Indonesia sudah melewati harga kebutuhan pokok yang naik beberapa bulan yang lalu, utamanya seperti gandum dan kedelai.

"Memang kita sudah melewati harga naik, misalnya gandum, kedelai, itu kan pesanan bulan Juli, Agustus datangnya sekarang, makanya harganya naik," jelasnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (11/10/2022).

"Tapi yang pesanan sekarang itu harganya sudah turun, sudah panen raya. Saya kira harga akan stabil, tetapi kalau kedelai ada pun harga yang tinggi itu kita subsidi Rp1000 per kilogram," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengaku optimis terhadap kinerja neraca perdagangan saat ini. Menurutnya, penurunan nilai tukar rupiah tidak akan berpengaruh besar terhadap kinerja tersebut.

"Pertama kita tahu bahwa memang kinerja perdagangan, kita fokus ke kinerja perdagangan ya, itu kan surplus, surplus kita ini dalam kondisi yang angkanya cukup signifikan, di angka USD34,89 miliar, itu luar biasa, itu salah satu yang tertinggi dan saya yakin ini akan melewati rekor yang tahun lalu," paparnya.

Dia menerangkan, neraca perdagangan tahun lalu pada bulan Desember 2021 mencapai USD35,34 miliar. Dengan asumsi neraca perdagangan surplus sebesar USD2-3 Miliar per bulan, maka target rekor itu bisa dicapai di penghujung tahun ini.

"Nah saya tahu bahwa kondisi global mulai dari pasokan pangan, energi, konflik Ukraina dengan Rusia, dan lain-lain itu mungkin akan ada banyak dinamika dan impact. Tetapi kami optimis sekali lagi kinerja perdagangan itu akan terus naik," pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement