Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lonjakan Inflasi, Komoditas Apa yang Paling Terdampak?

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 11 Oktober 2022 |18:40 WIB
Lonjakan Inflasi, Komoditas Apa yang Paling Terdampak?
Ilustrasi inflasi (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Tekanan inflasi global semakin meningkat akibat kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih pasca pandemi Covid-19.

Apalagi saat ini konflik geopolitik masih berlangsung.

Di mana bukan hanya negara berkembang, negara maju seperti Amerika Serikat pun harus menghadapi kondisi ini.

Dikutip dari situs Badan Pusat Statistik (BPS), perkembangan inflasi di Indonesia dalam 12 bulan terakhir.

 BACA JUGA:Jelang Data Inflasi AS, Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar

Di mana Thailand mencatat inflasi tertinggi, sedangkan Indonesia di urutan Ke-2 terendah.

Adapun Bloomberg memprediksi bahwa Vietnam dan Indonesia akan menjadi negara dengan laju inflasi yang paling tinggi di Asia melihat historis indeks harga konsumen (IHK) kedua negara tersebut yang memiliki nilai cukup tinggi pada tahun 2021 lalu.

Setelah 7 bulan berlalu, data menunjukkan inflasi tahunan Indonesia mencapai 4,69% (year-on-year/yoy) pada Agustus 2022. Nilai ini memang menjadi rekor tertinggi sejak tahun 2016.

Tetapi, inflasi Indonesia terbilang masih cukup terkendali dibandingkan dengan negara-negara lain yang inflasi tahunannya sudah mencapai puluhan hingga ratusan persen.

Kemudian, pengamat ekonomi menyebu bahwa keterkaitan Indonesia dengan ekonomi global yang terbilang kecil, menyebabkan tingkat inflasi yang saat ini kita alami pun lebih mild.

Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Thailand, tingkat inflasi di Indonesia berada di urutan ke-2 terendah.

Di bawah Indonesia ada Malaysia dengan inflasi tahunan 4,40% (yoy) pada Juli 2022.

Sementara negara yang mencatat inflasi tertinggi adalah Thailand, yaitu sebesar 7,86% (yoy) pada Agustus 2022. Diikuti oleh Singapura dengan inflasi sebesar 7% (yoy) pada Juli 2022, Filipina 6,31% (yoy) pada Agustus 2022, dan Vietnam 5,79% pada Agustus 2022.

Lalu, tercatat bahwa inflasi IHK tertinggi pada 2022 di bulan Ramadan.

Inflasi tertinggi indeks harga konsumen terjadi pada bulan April 2022, yaitu mencapai 0,95% (month-to-month/mtm).

Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh inflasi minyak goreng, daging dan telur ayam ras, serta ikan segar seiring dengan meningkatnya permintaan akibat mobilitas yang lebih tinggi pada bulan Ramadan.

Berbeda dengan bulan April, setelah mengalami inflasi sebesar 0,64% pada bulan Juli lalu, nilai indeks harga konsumen bulan Agustus 2022 justru mengalami deflasi sebesar 0,21% (mtm). Nilai tersebut merupakan penurunan tertinggi dalam satu tahun terakhir.

Menurut Bank Indonesia, deflasi pada bulan Agustus ini terjadi akibat penurunan beberapa harga bahan pangan seperti bawang merah dan cabai seiring dengan peningkatan pasokan dari daerah produksi.

Di samping itu, penurunan harga tiket pesawat seiring dengan penurunan harga bahan bakar avtur juga memiliki andil dalam terjadinya deflasi.

Diketahui, kenaikan harga BBM juga membuat beberapa komoditas pun ikut terdampak.

Sektor-sektor yang secara tidak langsung terhubung dengan BBM pasti akan mengalami kontraksi terutama sektor angkutan darat, angkutan laut, angkutan kereta api, jasa kurir dan pengiriman.

Untuk bertahan, sektor-sektor tersebut tentu saja akan menaikkan harga.

Ongkos jasa angkutan penumpang misalnya, jika dibandingkan dengan Agustus 2021, komoditas ini secara nasional mengalami kenaikan mencapai 16,85% (yoy).

Kenaikan tersebut menjadikan jasa angkutan penumpang sebagai komoditas dengan inflasi IHK tertinggi dalam satu tahun terakhir.

Selain ongkos jasa angkutan penumpang, kenaikan harga juga tentu akan terjadi pada biaya distribusi berbagai jenis barang yang digunakan masyarakat secara rutin, sehingga kenaikan harga juga akan terjadi secara umum.

Untuk makanan menjadi salah satu komoditas yang harganya dipastikan akan mengalami peningkatan dan penyesuaian.

Pada bulan Agustus 2022, inflasi IHK dari komoditas ini memiliki nilai tertinggi kedua, yaitu sebesar 8,25% (yoy). Diikuti oleh rokok pada posisi ketiga dengan inflasi IHK sebesar 7,82%.

Inflasi juga terjadi pada sektor bahan bakar rumah tangga dan tarif listrik seiring dengan penyesuaian harga energi non-subsidi, kenaikannya dalam setahun ini mencapai 5,88%.

Selain itu, kembalinya kegiatan sekolah tatap muka yang dimulai pada awal tahun ini juga menyebabkan inflasi pada sektor pendidikan dan perlengkapan sekolah yaitu masing-masing sebesar 2,5 % dan 4,39%.

Namun, tidak semua kelompok indeks harga konsumen mengalami inflasi. Bulan Agustus lalu, kelompok alat komunikasi dan jasa keuangan justru mengalami deflasi tahunan, yaitu masing-masing sebesar 0,41% dan 4,07%.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement