Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inflasi Argentina Hampir 100%, Warga Bertahan Hidup Cari Makan di Tempat Sampah

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 14 Oktober 2022 |10:52 WIB
Inflasi Argentina Hampir 100%, Warga Bertahan Hidup Cari Makan di Tempat Sampah
Imbas inflasi, warga Argentina bertahan hidup cari makan di tempat sampah. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Argentina dikabarkan tengah menghadapi tingkat inflasi yang mendekati 100% pada tahun 2022 ini.

Melansir Reuters di Jakarta, Jumat (14/10/2022), tentu hal ini masyarakat di negara Amerika Selatan itu bertahan hidup dengan beralih ke barang daur ulang dengan mencarinya di tempat pembuangan sampah.

Bahkan mereka sampai mengantre untuk memperdagangkan barang-barang di tempat barter.

Diketahui, Argentina akan mencatat kenaikan harga paling tajam tahun ini sejak periode hiperinflasi sekitar tahun 1990.

 BACA JUGA:Hadapi Inflasi, Ini Tips Jitu dari Sandiaga Uno untuk Pelaku Ekonomi Kreatif

Di mana kejadian ini merupakan salah satu kasus ekstrim.

Apalagi krisis akibat invasi Rusia ke Ukraina belum juga usai.

"Penghasilan saya tidak lagi cukup," kata warga Argentina bernama Sergio (41).

Dia mengaku menghabiskan 12 jam sehari menelusuri pegunungan sampah dari tempat pembuangan sampah di Lujan, 65 kilometer di luar ibu kota Buenos Aires, untuk mencari kardus, plastik, dan logam yang akan dijual.

Dia menambahkan, biaya makanan telah melonjak begitu tinggi dalam beberapa bulan terakhir, sehingga membuatnya sulit untuk memberi makan keluarganya dengan lima anak.

Omar mengatakan semakin banyak pekerja informal akan datang ke tempat pembuangan sampah untuk menemukan barang apa pun yang bisa mereka jual dalam perjuangan untuk bertahan hidup.

"Dua kali lebih banyak orang datang ke sini karena ada begitu banyak krisis," jelasnya.

Dia menyebut juga bisa menghasilkan antara 2.000-6.000 peso per hari dengan menjual sampah yang dapat didaur ulang.

Adapun banyak pria dan wanita di tempat pembuangan sampah yang mencari pakaian yang bisa digunakan hingga makanan sisa.

Satu abad yang lalu, Argentina merupakan salah satu negara paling makmur di dunia.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini negara tersebut telah meluncur dari satu krisis ekonomi ke krisis ekonomi lainnya dan telah berjuang untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

Di mana pada satu abad yang lalu, Argentina merupakan salah satu negara paling makmur di dunia.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini negara tersebut telah meluncur dari satu krisis ekonomi ke krisis ekonomi lainnya dan telah berjuang untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

Kini, harga di Argentina mengalami kenaikan paling cepat sejak 1990-an dengan masalah yang disebabkan oleh pencetakan uang, kenaikan harga, dan diperparah oleh kenaikan global terkait biaya pupuk untuk pertanian dan impor gas.

Adapun inflasi diprediksi naik 6,7% pada bulan September.

Hal ini menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunga menjadi 75% dengan kemungkinan kenaikan lebih lanjut.

Tingkat kemiskinan meningkat lebih dari 36% pada paruh pertama tahun 2022 dan kemiskinan ekstrim naik menjadi 8,8% atau sekitar 2,6 juta orang.

Pada tahun 2001, pada saat krisis ekonomi terburuk di Argentina, Sandra Contreras mendirikan Lujan Barter Club.

Saat ini, tempatnya menjadi pilihan bagi masyarakat Argentina yang ingin menukar barang-barang seperti pakaian lama dengan sekantong tepung atau pasta.

"Orang-orang datang sangat putus asa, gaji mereka tidak cukup, keadaan semakin buruk dari hari ke hari," ujar Contreras.

Dia menyebut, orang akan mulai mengantri dua jam sebelum klub barter dibuka setiap pagi.

"Orang-orang tidak punya uang lagi, mereka perlu membawa pulang sesuatu, jadi tidak ada pilihan selain barter," tambahnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement