Tatang Nurhidayat, yang juga Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menambahkan sebagaimana diketahui, penetrasi asuransi di tanah air dari segi kepemilikan polis masih tergolong rendah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Pemahaman masyarakat serta kesadaran untuk memiliki asuransi, juga masih belum merata sebagaimana yang diharapkan. Hal ini tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk bersama dengan cara meningkatkan literasi dan edukasi asuransi ke segmen-segmen yang lebih luas lagi,” ucapnya.
DAI, menjalankan fungsi pendidikan, mediasi, informasi dan komunikasi antara anggota asosiasi, masyarakat dan pemerintah dan di dalam pelaksanaannya DAI melakukan berbagai kegiatan yang memfokuskan pada edukasi dan sosialisasi asuransi kepada seluruh lapisan masyarakat, baik untuk kalangan internal maupun eksternal industri perasuransian.
Ketua Panitia Hari Asuransi 2022 Retno Susanti menuturkan,tingkat pendidikan, kesadaran dan pendapatan masyarakat memang masih menjadi tantangan yang utama, untuk itu industri asuransi sangat concern untuk bersama-sama memajukan tumbuh kembang bisnis asuransi tanah air.
“Untuk itu, panitia menyiapkan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam mendukung Hari Asuransi 2022 diantaranya; Literasi Asuransi untuk Ojek Online, Cerdas Cermat untuk pelajar SMA dan Sederajat, Podcast, Talk Show, Pameran Asuransi (booth) di Jakarta, Publikasi Media, Lomba Menulis dan Membuat Film Pendek, selain itu lomba Membuat Konten Sosial Media serta kegiatan-kegiatan lainnya yang dilaksanakan di beberapa kota,” tutur Retno.