Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Pendiri Hyundai, Ternyata Dulu Hanya Pekerja Serabutan

Fayha Afanin Ramadhanti , Jurnalis-Selasa, 01 November 2022 |03:01 WIB
Cerita Pendiri Hyundai, Ternyata Dulu Hanya Pekerja Serabutan
Kisah pendiri Hyundai. (Foto: MPI)
A
A
A

Setelah tiba di Seoul, Chung mendaftar di sekolah pembukuan lokal dengan harapan dapat memulai karir sebagai akuntan. Setelah dua bulan ayahnya menemukannya dan menyeret pantatnya kembali ke Asan.

Chung melarikan diri lagi dan kali ini tidak kembali untuk beberapa waktu.

Dia belajar beberapa perdagangan, bekerja di dermaga dan sebagai pesuruh untuk penggilingan padi.

Dia melakukan pekerjaan konstruksi di Boseong Professional School dan bekerja sebagai tukang di pabrik sirup pati.

Chung memulai karir wirausahanya, mengantarkan beras dari sepeda untuk Toko Beras Bokheung di Seoul.

Dari pengalamannya kerja serabutan, Ju-yung memilih untuk menekuni dunia otomotif dan membuka usahanya sendiri. Usaha yang dibuka Ju-yung merupakan sebuah bengkel truk.

Kesempatan besar mulai datang saat Korea Selatan meredeka dari Jepang pada 15 Agustus 1945.

Kala itu, pemerintah Korea Selatan mencari orang-orang yang bisa membangun kembali negara ini setelah Perang Dunia II.

Adapun dia lalu mendirikan Hyundai dan Hyundai Civil Industries.

Melalui inilah, Chung Ju-yung bersama Hyundai menjadi pionir perubahan dan perintis globalisasi bagi negaranya. Perusahaannya kini bernama Hyundai Group dan telah memiliki berbagai macam unit bisnis, mulai dari Hyundai Motor, Hyundai Department Store, dan lain-lain.

Perjalanan yang dia lalui tentu tak semulus itu, banyak rintangan dan cobaan silih berganti.

Namun, tekat dan semangat besar dari seorang anak petani dengan hidupan pas-pasan mampu merubah nasib dirinya, keluarga, hingga negara.

Baca selengkapnya: Kisah Chung Ju-yung, Dulunya Hanya Pekerja Serabutan yang Bisa Dirikan Hyundai

 

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement