Share

Orang Kaya RI Mulai Banyak Belanja Topang Ekonomi Tumbuh 5,7%

Antara, Jurnalis · Senin 07 November 2022 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 07 320 2702515 orang-kaya-ri-mulai-banyak-belanja-topang-ekonomi-tumbuh-5-7-Om1jf621k0.JPG Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kalau meningkatnya aktivitas belanja pada kelompok masyarakat menengah atas, khususnya untuk kebutuhan tersier, berhasil mengerek pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan III-2022 sebesar 5,39% (year-on-year/yoy).

"Ini merupakan indikasi yang baik, tentu saja kalau menengah atas itu terus meningkatkan konsumsi maka akan memberikan pengaruh besar kepada kelompok-kelompok yang lainnya," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2022 yang dipantau secara daring dikutip Antara, Senin (7/11/2022).

Adapun konsumsi rumah tangga pada triwulan ketiga tahun ini pun mampu memberi distribusi sebesar 50,38% terhadap perekonomian, sehingga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi ekonomi yang sebesar 5,72% (yoy) yaitu dengan andil 2,81%.

 BACA JUGA:BPS Catat Upah Buruh Naik 12,22% Jadi Rp3,07 Juta di Agustus 2022

Serta karena peningkatan belanja masyarakat menengah atas, Margo menyebutkan konsumsi rumah tangga berhasil meningkat berkat peningkatan mobilitas, serta daya beli kelompok masyarakat bawah yang terbantu oleh bantuan sosial dan subsidi energi.

Menurut komponen pengeluaran dalam pertumbuhan ekonomi, tak hanya konsumsi rumah tangga yang berhasil tumbuh positif pada triwulan III-2022.

Namun, seluruh komponen pengeluaran kecuali konsumsi pemerintah yang mengalami kontraksi.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), yang menjadi indikator investasi, berhasil tumbuh 4,96% (yoy) dengan distribusi 28,55%, yang utamanya didorong oleh pertumbuhan barang modal non bangunan dan peningkatan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Pertumbuhan modal pemerintah yang menguat dibanding triwulan II-2022 yakni sebesar 3,07% (yoy) utamanya untuk jenis mesin dan peralatan juga menjadi faktor pendorong PMTB.

Dia mengatakan komponen ekspor dan impor masih mengalami pertumbuhan tinggi, yakni masing-masing 21,64% (yoy) dan 22,98% (yoy) dengan distribusi 26,23% dan minus 21,65%.

"Ekspor didorong oleh windfall komoditas unggulan yaitu batu bara, hasil minyak, dan gas alam. Sementara peningkatan impor didorong kenaikan impor barang modal dan bahan baku," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh cukup signifikan sebesar 6,09% (yoy) dengan distribusi 1,15%.

Sebagai informasi, konsumsi pemerintah terkontraksi 2,88% (yoy) pada periode laporan dengan distribusi 7,57%, yang disebabkan oleh penurunan realisasi belanja barang dan jasa pemerintah, serta komponen penerimaan negara bukan pajak (PNBP) lainnya sebagai faktor pengurang yang mengalami kenaikan.

Secara keseluruhan selain konsumsi rumah tangga, PMTB menjadi sumber pertumbuhan ekonomi domestik lainnya yakni 1,57%, diikuti net ekspor 1,05%, serta komponen lainnya 0,29%.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini