Share

Hore, 4.119 UMKM Terima BLT BBM dan Bantuan Tidak Terduga

Antara, Jurnalis · Rabu 09 November 2022 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 09 320 2703876 hore-4-119-umkm-terima-blt-bbm-dan-bantuan-tidak-terduga-yVkb3KsHJH.png BLT BBM Cair ke UMKM. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Pelaku UMKM mendapat BLT BBM. Tidak hanya itu, UMKM juga mendapat Bantuan Tidak Terduga (BTT) dari pemerintah.

Sebanyak 4.119 pelaku UMKM di Kota Probolinggo, Jawa Timur menerima BTT dan BLT dampak kenaikan harga BBM di 14 lokasi yang tersebar di lima kecamatan kota setempat.

Baca Juga: BLT BBM Tahap 2 Cair, Masyarakat Bisa Kantongi Rp500.000

Sasaran penerima bantuan sebanyak 4.119 pelaku UMKM yang terdiri atas 1.513 pelaku UMKM yang terdaftar di data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dengan sumber dana DAU sesuai dengan PMK Nomor 134 Tahun 2022 dan 2.606 pelaku UMKM dengan sumber dana insentif daerah (DID) yang sesuai dengan PMK Nomor 140 Tahun 2022.

"Penerima bantuan sosial itu harus memenuhi persyaratan yakni memiliki KTP Kota Probolinggo, kartu E-UMKM dan bukan sebagai penerima bantuan PKH dan dana bantuan sosial lainnya," kata Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, dikutip dari Antara, Rabu (9/11/2022).

Baca Juga: BSU Rp600.000 Cair, Buruan Cek Nama Penerima di bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id dan bsu.kemnaker.go.id

Dia mengatakan, Pemkot Probolinggo ingin semua bantuan merata dengan penerima bukan keluarga dari ASN, TNI/Polri, BUMN, BUMD yang masih aktif.

"Bantuan itu dilaksanakan mulai bulan Oktober sampai dengan Desember 2022 dengan nominal sebesar Rp150 ribu setiap bulan, sehingga untuk dua bulan dijadikan satu maka mereka menerima sebesar Rp300 ribu," tuturnya.

Wali Kota Probolinggo bersama jajaran Forkopimda melihat langsung penyaluran bantuan sosial BTT-BLT agar berjalan dengan lancar dan sekaligus memberi penguatan kepada penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan ini sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

"Saya ingin memastikan bahwa penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat sudah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh pusat, sehingga kami komitmen untuk terus berjalan bersama untuk melakukan sesuai dengan aturan dan regulasi yang ada," katanya.

Diirinya berharap bantuan sosial itu dapat membantu meringankan beban dampak dari kenaikan harga BBM dan benar-benar digunakan sesuai dengan kebutuhan.

"Dengan kondisi ekonomi saat ini, semuanya harus bisa mengontrol dan jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini